Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Husna
Berita  

Menghadap Cahaya Keturunan Nabi: Ziarah Spiritual Dr. KH. Abdul Hamid ke Pesarehan Sayyidina al-Husain

Menghadap Cahaya Keturunan Nabi: Ziarah Spiritual Dr. KH. Abdul Hamid ke Pesarehan Sayyidina al-Husain

KAIRO — Hari Ahad, 20 September 2026, denyut nadi rihlah spiritual dan intelektual Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I, pengasuh Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Al-Husna Bukit Raja Wali sekaligus PPM Baitul Qur’an Lampung, terus mengalir membawa derap cinta yang tak pernah surut.

Menembus keharuman sejarah kota seribu menara, langkah kaki sang kiai bersama rombongan berayun menuju salah satu pusat spiritual paling agung di jantung ibu kota Mesir: Masjid dan Maqam Sayyidina al-Husain bin Ali radhiyallahu ‘anhuma.

Berdiri di hadapan pesarehan cucu tercinta Baginda Nabi SAW ini, suasana batin seakan ditarik kembali melewati lorong-lorong waktu yang panjang—menyaksikan bagaimana cinta umat kepada Ahlulbait tidak pernah luntur oleh badai zaman, melainkan terus bersemi melintasi batas geografis.

Kecintaan kepada Ahlulbait ini merupakan pesan agung yang diwasiatkan langsung oleh Rasulullah SAW, sebagaimana terekam dalam sabda beliau ketika beliau mengingatkan umatnya akan kedudukan mulia keluarga beliau:

أُذُكِّرُكُمُ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي أُذُكِّرُكُمُ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي أُذُكِّرُكُمُ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي

“Aku ingatkan kalian kepada Allah tentang Ahlulbaitku, aku ingatkan kalian kepada Allah tentang Ahlulbaitku, aku ingatkan kalian kepada Allah tentang Ahlulbaitku.” (HR. Muslim)

Berdasarkan catatan para sejarawan klasik, di antaranya al-Imam al-Maqrizi, perpindahan kepala suci Sayyidina Husein ra. menyimpan lembaran sejarah yang sangat mengharukan dan penuh hikmah. Selepas tragedi berdarah di padang Karbala pada 10 Muharram 61 Hijriah, kepala mulia cucu Rasulullah SAW tersebut sempat berpindah tempat, hingga kemudian disemayamkan dengan penuh hormat di kota Asqalan. Ketika situasi politik dan keamanan di wilayah Syam dan Asqalan di ambang ketidakpastian serta ancaman Perang Salib pada pertengahan abad ke-6 Hijriah, para penguasa dan penjaga amanah saat itu memutuskan untuk memindahkan kepala suci tersebut ke Kairo. Setibanya di Mesir, kepala mulia tersebut disambut dengan penghormatan agung oleh masyarakat dan para ulama, lalu dimakamkan di tempat yang kini berdiri megah sebagai Masjid al-Husain sebagai pusat mercusuar kecintaan kepada keturunan Rasulullah SAW.

Ziarah yang dilakukan oleh kiai Hamid ke maqam Sayyidina Husein ini memberikan refleksi mendalam yang mengalirkan hikmah bagi para pengemban dakwah dan penjaga Al-Qur’an.

Perjuangan Sayyidina Husein di Karbala mengajarkan bahwa kebenaran, kehormatan, dan keteguhan di jalan Allah jauh lebih berharga daripada keselamatan duniawi yang semu. Keteguhan di jalan Allah dan pengorbanan para syuhada sejalan dengan janji kemuliaan Allah dalam firman-Nya di dalam Al-Qur’an Surat Ali ‘Imran ayat 169:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

“Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki.”

Sebagaimana jasad dan kepala Sayyidina Husein dikenang dan diziarahi jutaan umat manusia lintas generasi, ketulusan seorang mukmin dalam membela agama Allah akan selalu diabadikan di dalam hati umat, harum mewangi melampaui batas hayatnya.

Menghadirkan diri di pesarehan para kekasih Allah menjadi bentuk penyambungan sanad batin yang nyata, di mana seorang kiai dari bumi Lampung yang menapaktasai makam cucu Nabi di Kairo sedang merajut kembali simpul-simpul mahabbah, agar semangat juang, ketulusan, dan keikhlasan para Ahlulbait turut mengalir menghidupkan ruh dakwah di pesantren-pesantren Nusantara.

Semoga ziarah batin di bumi al-Qahirah ini melimpahkan barakah yang luas, meneguhkan ketulusan hati dalam mengasuh para penghafal Al-Qur’an, serta membawa pulang air mata kerinduan yang kelak menjadi syafaat di hadapan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Amin, ya rabbal ‘alamin.

#RihlahSpiritual #ZiarahKairo #SayyidinaHusain #AhlulBait #KHAbdulHamid #SejarahIslam #PesantrenLampung #ZiarahMesir
#BukitRajawali