Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Husna
Berita  

Geliat Cinta di Bumi Pesantren: Tabungan Maulid 1448 H Resmi Dibuka, Merajut Rindu Menuju Manaqib Agung Sang Nabi

Geliat Cinta di Bumi Pesantren: Tabungan Maulid 1448 H Resmi Dibuka, Merajut Rindu Menuju Manaqib Agung Sang Nabi

Pringsewu, Bukit Raja Wali— Malam menyapa halaman kompleks santri putra Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an (PPTQ) Al-Husna Bukit Raja Wali dan Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Baitul Qur’an dengan dekap kesejukan yang syahdu. Tepat di bawah naungan langit malam 13 Agustus 2026—menyongsong fajar 1 Rabiul Awal 1448 Hijriah—denyut nadi pesantren bergetar dalam satu frekuensi: merajut rindu yang agung menyambut detik-detik kelahiran Sang Penuntun Umat, Baginda Nabi Muhammad ﷺ.
Tanpa naungan tenda, beratap langsung hamparan bintang dan langit malam yang jernih, hembusan angin sepoi-sepoi membelai lembut halaman santri putra.

Di ruang terbuka yang sarat keheningan dan kekhusyukan itulah, sebelum derap langkah malam usai dan para santri beranjak pulang ke bilik masing-masing, prosesi agung ini diawali dengan lantunan Mahallul Qiyam. Berdiri bersama, menengadahkan hati menyambut ruhani Sang Nabi, menghadirkan debar rindu yang tak bertepi.
Dari sanalah, langkah khidmat para penghafal Kitab Suci berlanjut dalam prosesi sakral pembukaan Tabungan Maulid—sebuah tradisi luhur yang tidak sekadar menghitung lembaran rupiah, melainkan menakar kadar cinta dan keikhlasan yang dirawat sepanjang tahun.

Suasana malam kian bergeming tatkala lisan para santri basah oleh puji-pujian dan senandung shalawat di tengah temaram cahaya. Gema Allahumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammad membelah udara malam yang tenang, melebur dalam semangat ayat suci Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 56, yang menegaskan betapa Allah SWT beserta para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi.
Di tempat terbuka tanpa sekat penutup itulah, sunnah dan ketulusan bertemu. Para santri membuktikan bahwa cinta kepada Nabi bukan sekadar retorika lisan, melainkan laku lampah nyata—buah dari amal istiqamah yang dipupuk setiap hari, sekecil apapun bentuknya.

Prosesi penghitungan tabungan mengalir indah di tengah kepekatan malam yang syahdu, membawa decak kagum sekaligus keharuan mendalam tatkala rincian angka-angka keberkahan tersebut dibuka di hadapan seluruh santri :

Tabungan Santri BQ (Rp4.231.000): Kilau kejujuran dan kesederhanaan para santri Baitul Qur’an yang gigih menyisihkan sisa rezeki demi sebuah perhelatan mulia.

Tabungan Santri BR (Rp43.230.000): Manifestasi keringat perjuangan jiwa-jiwa muda di Bukit Raja Wali, yang dengan sabar menabung uang saku lembar demi lembar di bawah temaram lampu asrama.

Tabungan Abina (Rp96.100.000): Puncak keteladanan yang mengalir langsung dari Sang Pengasuh tercinta, Abina Assoc. Prof. Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., Al-Hafizh, memberi teladan bahwa memberi adalah napas utama seorang pemimpin sejati.

Dari tetes-tetes kecil yang terkumpul dalam kepingan celengan hingga muara yang besar, terhimpunlah angka yang menggetarkan jiwa:
💎 TOTAL TABUNGAN MAULID: Rp143.561.000

Megahnya angka ratusan juta rupiah tersebut bukanlah untuk ditumpuk atau disimpan. Di pesantren, harta adalah jalan pengabdian. Seluruh hasil tabungan mulia ini dipastikan akan dihabiskan tanpa sisa pada puncak perayaan Maulid yang akan datang, yakni pada 5 September 2026 / Malam 24 Rabiul Awal 1448 H.

Semuanya akan dipersembahkan secara tulus demi memuliakan Baginda Nabi Muhammad ﷺ serta menebar kebahagiaan seluas-luasnya bagi para santri, tetangga dan umat yang hadir.
“اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ”

Langkah telah diayun, niat telah diikrarkan di bawah naungan langit malam yang khusyuk.

Dari Bukit Raja Wali dan Baitul Qur’an, gema cinta sang Rasul terus mengalir, merawat tradisi, dan menghidupkan bumi dengan berkah shalawat.

#MaulidNabi1448H #BedaTabunganMaulid #PPTQAlHusna #PPMBaitulQuran #BukitRajaWali #CintaRasulullah #Bershalawat #PesantrenTerbersihSeLampung #TahfizhQuran #SantriIstiqamah