Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Husna
Berita  

PRINGSEWU, Bukit Raja Wali– Di tengah dinamika kebangsaan yang menuntut kepedulian bersama dalam merawat keutuhan NKRI.

PRINGSEWU, Bukit Raja Wali– Di tengah dinamika kebangsaan yang menuntut kepedulian bersama dalam merawat keutuhan NKRI, silaturahmi penuh kehangatan terjalin di bumi pesantren. Hari Selasa, 21 Juli 2026, Pengasuh PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali, Pringsewu, Assoc. Prof. Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I al-Hafizh, mendapat kehormatan menerima kedatangan tamu istimewa: Kanit Pencegahan SGW Lampung Densus 88 AT Mabes Polri, IPDA Elang Aryo Mustaqim, S.H., beserta tim.

Pertemuan yang berlangsung dalam balutan obrolan santai namun sarat makna ini mempertemukan ikhtiar negara dengan ketulusan ulama. Dalam perbincangan tersebut, kiai kharismatik yang lulus sebagai doktor terbaik di zamannya pada tahun 2018 ini menyambut hangat kehadiran aparat penegak hukum. Beliau menyatakan komitmen penuh dan kebahagiaannya untuk senantiasa membersamai langkah-langkah kebaikan, baik melalui goresan pena tulisan maupun video penebar kedamaian.

Sinergi antara ulama dan umara’ dalam menjaga keamanan dan kedamaian negeri ini sejalan dengan teladan Al-Qur’an dan Hadis, di mana Allah ﷻ memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk senantiasa tolong-menolong dalam kebajikan dan takwa, bukan dalam permusuhan, sebagaimana firman-Nya:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Ma’idah: 2)

Sosok ulama ahli Al-Qur’an ini memang dikenal luas tidak hanya memiliki ketajaman ilmu agama dan keahlian membaca isyarat langit—bahkan beliau secara khusus digelari sebagai ahli ta’wil oleh Prof. Dr. KH. Said Agil Husen Al Munawar—melainkan juga kecerdasan linguistik yang luar biasa dalam merangkai kata. Beliau adalah seorang maestro perangkai akronim yang amat mahir mengubah kata atau kalimat apa pun menjadi mutiara hikmah yang sarat makna.

Menariknya, momentum silaturahmi yang bertepatan langsung dengan kehadiran Kanit Densus 88 beserta tim pada bulan penuh berkah ini menginspirasi lahirnya sebuah mahakarya kata. Kehadiran yang bertepatan dengan bulan Juli tersebut langsung diabadikan oleh beliau secara estetis dan inspiratif melalui akronim indah bertuliskan “JULI”:

J – Jaga kedamaian dan kerukunan lingkungan dengan menolak radikalisme, terorisme, ujaran kebencian, serta provokasi yang memecah belah bangsa.

U – Usaha bersama untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila, agama, dan budaya demi menjaga persatuan serta kesatuan Indonesia.

L – Lakukan pencegahan sejak dini di lingkungan sekitar dengan memperkuat solidaritas dan kepedulian antarwarga.

I – Ikhlas dan istiqomah dalam mewujudkan kedamaian yang berlandaskan semangat kebersamaan.

Upaya menjaga keamanan, kedamaian, dan ketertiban umum dari ancaman perpecahan maupun terorisme ini juga ditegaskan oleh Rasulullah ﷺ dalam sabdanya mengenai keutamaan seorang Muslim yang menjadi sumber kedamaian bagi sesamanya:
المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang Muslim adalah seseorang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari (gangguan) lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sinergi antara ulama dan umara’ di tanah Pringsewu ini kian menegaskan dukungan moral yang kuat. Pondok pesantren menyatakan dukungan penuh terhadap langkah dan tindakan tegas aparat penegak hukum, khususnya Densus 88 Anti Teror Polri, dalam menanggulangi serta membendung akar paham radikalisme yang berpotensi melahirkan aksi terorisme di bumi pertiwi.

Suasana keakraban semakin terasa ketika Kiai Hamid mengajak Kanit Densus 88 beserta tim untuk berfoto bersama tepat di bawah angka 8 berukuran besar yang memang terpampang di ruangannya, sebuah momen unik dan penuh simbol kebersamaan yang selaras dengan angka 88.

Pertemuan di hari Selasa yang barakah ini menjadi secercah harapan bahwa kedamaian abadi di Nusantara tidak akan pernah runtuh, selama para penjaga moral umat dan penegak hukum terus bergandengan tangan merawat kedamaian dengan cinta, ketulusan, dan keikhlasan.

(Kontributor: Achmad Husen)

SantriIstiqomah #PPTQAlHusna #BukitRajaWali #TahfizhQur’an #PondokTerbersihLampung #PejuangAlQur’an #AsramaThakhiyah #IsyarahLangit #AhliTa’wil #AkronimJuli #Densus88 #SinergiUlamaUmara’