Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Husna
Berita  

Cahaya di Bukit Rajawali: Asrama Baru Santri Putri PPTQ Al-Husna Resmi Ditempati

Cahaya di Bukit Rajawali: Asrama Baru Santri Putri PPTQ Al-Husna Resmi Ditempati

BUKIT RAJAWALI — Malam Jum’at yang syahdu, 30 Juli 2026, menyelimuti kawasan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Al-Husna Bukit Raja Wali dengan ketenangan yang berbeda. Udara malam membawa kelegaan yang mendalam, seiring langkah-langkah riang para santri putri yang mulai memindahkan barang-barang pribadi mereka.

Setelah sekian lama menetap sementara di kompleks putra sebelah timur—tepatnya di ruang-ruang kelas yang disekat rapat dan dipastikan steril dari segala akses santri putra—kini, lembaran baru kehidupan santri putri resmi dimulai di asrama permanen mereka.

Gedung asrama baru ini berdiri megah sebagai saksi bisu dari kerja keras, ketulusan doa, dan pertolongan Allah yang turun tanpa diduga. Pembangunan yang dimulai sejak 29 Mei 2026 itu, secara luar biasa rampung dalam kurun waktu tepat dua bulan.

Perintis PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali, Assoc. Prof. Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., al-Hafizh, tidak mampu menyembunyikan rasa haru yang bergemuruh di dadanya. Di hadapan para santri dan dewan guru, beliau bertasbih memuji Sang Pencipta yang telah memudahkan segala urusan, melancarkan jalan, serta mencukupkan rezeki hingga bangunan ini berdiri tegak demi kenyamanan para penghafal Al-Qur’an.

Sebagai wujud tabaruk (mengambil berkah) dari kisah agung dalam Al-Qur’an, Kiai Hamid menyematkan nama istimewa untuk asrama putri ini: Thâkhiyah (طاخية).

Nama ini dinisbatkan kepada seekor semut kecil yang memimpin koloninya dan terekam dalam sejarah saatberbincang dengan Nabiyullah Sulaiman AS, sebagaimana diabadikan dalam Surah An-Naml.

Pemilihan nama ini bukan tanpa makna mendalam. Kiai Hamid ingin menanamkan filosofi luhur kepada para santri putri agar kelak, di balik fisik mereka yang lembut dan sederhana, tersimpan kekuatan mental yang luar biasa:

  • Kepekaan dan Kepedulian Sosial: Sebagaimana semut bernama Thâkhiyah yang segera memperingatkan kumpulannya (“Wahai semut-semut, masuklah ke sarang-sarangmu…”), santri putri dididik untuk memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama, peka terhadap lingkungan sekitar, serta senantiasa mengingatkan dalam kebaikan.
  • Keteguhan dan Kerja Keras: Semut dikenal sebagai makhluk paling disiplin, pantang menyerah, dan bergotong royong membangun sarang. Nilai ini ditanamkan agar para santri tangguh dalam menghadapi ujian hidup, khususnya dalam perjuangan merawat hafalan Al-Quran.
  • Kecerdasan Spiritual dan Tawakal: Sang semut tidak merasa kecil di hadapan Nabi Sulaiman yang memiliki kekuasaan megah, karena ia bersandar penuh kepada Allah SWT. Begitu pula para santri, meski berada di tempat yang jauh dari orang tua, mereka diajarkan untuk selalu menyandarkan segala urusan hanya kepada Sang Maha Pemelihara.

Sebelum proses kepindahan dimulai, suasana batin para santri diajak untuk menata niat dan mendekatkan diri kepada Illahi. Kiai Hamid bersama sang istri tercinta, Bu Nyai Hj. Husnul Fadhilah, M.Pd., al-Hafizhah, memimpin langsung jamaah sholat Maghrib bersama seluruh santri putri.

Usai salam dipalingkan, deru Do’a dan lantunan dzikir menggema dalam khusyuknya mujahadah melangitkan permohonan. Suasana terasa begitu magis; air mata haru bercampur rasa syukur berpadu dalam keheningan malam Jumat, memohon agar dinding-dinding asrama baru ini kelak menjadi saksi bisu lahirnya para hafidzah berkarakter mulia.

Selepas pelaksanaan shalat Isya’, komando perpindahan resmi digerakkan. Satu per satu santri membawa koper dan kitab suci mereka menuju gedung baru. Langkah kaki mereka menapaki ubin bersih dengan senyuman yang merekah di wajah masing-masing.

Malam ini, Bukit Raja Wali menjadi saksi bahwa pertolongan Allah itu nyata bagi siapa saja yang berjuang di jalan-Nya. Semoga asrama baru Thâkhiyah ini menjadi naungan yang nyaman, penuh keberkahan, serta melahirkan generasi Qurani yang tangguh, cerdas, dan berakhlakul karimah.

(Kontributor: Achamd Husen)

#PPTQAlHusna #BukitRajaWali #AsramaBaru #SantriPutri #PesantrenTahfizh  #Thakhiyah #PesantrenTerbersihSeLampung #KeluargaNU #JATMAN