
Di Saat Pondok Lain Libur, Santri PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali Asah Kemampuan Fiqh dan Manasik
Pringsewu – Bukit Raja Wali,- Jika mayoritas santri di berbagai penjuru nusantara tengah menikmati masa libur panjang dengan pulang ke kampung halaman, suasana berbeda justru terpancar dari Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Al-Husna, Bukit Raja Wali.
Di tempat ini, 1 Juli 2026, waktu tidak berhenti untuk sekadar bersantai. Alih-alih meliburkan diri, para santri justru tengah menenggelamkan diri dalam samudra ilmu yang lebih dalam.
Bagi santri PPTQ Al-Husna, liburan adalah ruang kosong yang harus diisi dengan mutiara pengetahuan. Pondok tidak mengenal istilah libur dalam menuntut ilmu; yang ada hanyalah pergantian kurikulum dari hafalan Al-Qur’an menuju aplikasi nyata di tengah masyarakat.
Membasuh Jiwa dengan Fiqh Pengurusan Jenazah
Salah satu agenda utama yang mengisi hari-hari para santri adalah pendalaman materi fiqh, khususnya tata cara pengurusan jenazah. Dengan penuh khidmat, mereka mempelajari setiap detail syariat—sebuah bekal ilmu kifayah yang menjadi mahkota kemuliaan bagi seorang santri saat kembali ke lingkungan sosialnya kelak.
Menapaki Baitullah Lewat Manasik Sejak Dini
Tidak hanya berkutat dengan teks-teks klasik, gema talbiyah pun membahana di lingkungan pesantren. Sebagai bentuk latihan intensif, santri putri telah melaksanakan latihan manasik haji dan umrah pada Selasa, 30 Juni 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan latihan bagi santri putra pada hari ini, Rabu, 1 Juli 2026.
Pengasuh PPTQ Al-Husna, Assoc. Prof. Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I al-Hafizh, mengungkapkan visi besar di balik pembangunan miniatur Kakbah di area pondok pesantren: “Miniatur ini dibangun agar seluruh santri memiliki kedekatan emosional dan pemahaman mendalam tentang tempat turunnya wahyu Al-Qur’an di Makkah dan Madinah. Harapannya, setiap santri tidak hanya menghafal ayat-ayat-Nya, tetapi juga tertanam kerinduan kuat untuk beribadah langsung di Baitullah.”

Bukti Nyata: 50 Persen Santri Telah Mengukir Jejak di Tanah Suci
Keyakinan Kiai Hamid kini telah berbuah manis. Saat ini, lebih dari 50 persen santri dan wali santri PPTQ Al-Husna telah mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah, dan sebagian di antaranya telah menuntaskan perjalanan suci tersebut.
Semangat ini tercermin dari kisah-kisah inspiratif para santri, di mana mereka akan menunaikan ibadah ke Tanah Suci bersama orang tua masing-masing:
- Ratu Balqis Zubaidah binti KH. Muhtadi (asal Talang Padang): Pendaftaran hajinya merupakan hadiah istimewa atas keberhasilan beliau yang telah tuntas menamatkan wisuda Qur’an 30 Juz Bil Ghaib.
- Afifah Nur Rahmah (asal Pesawaran): Saat ini sedang berjuang menyelesaikan hafalan (telah mencapai 25 Juz). Pendaftaran hajinya, Sebagai wujud dukungan penuh agar ananda semakin bersemangat menuntaskan hafalannya, orang tua beliau, Bapak Suhairi Ali Sodikin dan Ibu Jumiati Sarmtiman Parto, telah mendaftarkan ananda untuk menunaikan ibadah haji bersama mereka.
Bagi PPTQ Al-Husna, menuntut ilmu adalah perjalanan tiada henti. Di Bukit Raja Wali, para santri sedang menganyam masa depan, mendekatkan diri pada Ilahi, dan memantaskan diri untuk menjadi tamu-tamu Allah di Tanah Suci.
Mereka adalah potret santri yang sadar bahwa libur yang sesungguhnya adalah ketika ilmu telah mendarah daging serta mampu memberi manfaat bagi sesama.
( Kontributor: Achamd Husen)