
STIT Pringsewu Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Anak, Kiai Abdul Hamid Tekankan Mendidik dengan Kasih Sayang
PRINGSEWU – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu menyelenggarakan Seminar dan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Lingkungan Pondok Pesantren.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus STIT Pringsewu pada Kamis (22/10/2026) siang ini diikuti oleh pimpinan perguruan tinggi, para dosen, santri, serta jajaran kiai dan gawagis (para putra kiai) se-Kabupaten Pringsewu baik secara tatap muka (offline) maupun virtual (online).
Ketua Yayasan Pendidikan Startech Pringsewu, Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I. al-Hafizh, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga ekosistem pesantren agar tetap ramah anak, aman, dan menjadi tempat pengasuhan yang berlandaskan nilai-nilai kasih sayang (rahmah).
Kiai Hamid mengutip hadis Rasulullah SAW mengenai kewajiban menyayangi generasi muda:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا
“Bukanlah termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang lebih muda di antara kami dan tidak menghormati yang lebih tua.” (HR. Tirmidzi)
Menurutnya, pesantren adalah kawah candradimuka pemuliaan akhlak dan pencetak generasi penerus ulama. Oleh karena itu, tindakan kekerasan, perundungan (bullying), maupun kekasaran fisik dan psikologis tidak boleh memiliki tempat di lingkungan pendidikan Islam.
Ia menjelaskan bahwa Allah SWT telah memberikan arahan tegas dalam Surah Ali ‘Imran ayat 159 mengenai pentingnya bersikap lemah lembut dalam mendidik dan membimbing santri:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّـا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ
“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.” (QS. Ali ‘Imran: 159)

Selain itu, Pengasuh PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali dan PPM Baitul Qur’an tersebut juga menyampaikan sebuah maqolah ulama yang populer sebagai benteng moral para pendidik:
رَأْسُ الْحِكْمَةِ مَخَافَةُ اللّٰهِ
“Puncak dari segala hikmah dan ilmu adalah rasa takut kepada Allah SWT.”
“Rasa takut kepada Allah inilah yang seharusnya membentengi kita dari tindakan menyakiti sesama, serta mendorong kita untuk menghadirkan rasa aman dan damai bagi anak-anak yang diamanahkan para wali santri kepada kita,” imbuhnya.
Acara sosialisasi ini menghadirkan Direktur Lembaga Perlindungan Hukum dan Hak Anak (LPHPA) Lampung, Bapak Toni Fisher, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Toni Fisher mengupas berbagai langkah konkret, edukasi regulasi, serta strategi deteksi dini untuk mencegah terjadinya tindakan perundungan dan kekerasan di lingkungan pondok pesantren.
Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua STIT Pringsewu Iis Maisaroh, M.Pd. al-Hafizhah dan civitas akademika STIT Pringsewu ini ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan pesantren dan keselamatan para santri di seluruh Indonesia.
Kontributor : Achamd Husen
#StitPringsewu
#HSN2026
#SanrtiAman
#OrtuNyaman
#AyoMondok