
Baladan Menuju Al-Balada: Renungan Tafsir Doa Nabi Ibrahim di Pelataran Masjidil Haram
MAKKAH Berada di pusat peradaban Islam, Masjidil Haram, tidak hanya menjadi tempat menunaikan manasik, tetapi juga ruang tafakkur yang mendalam bagi para pencari hikmah. Di sela-sela menikmati hidangan dan jamuan kuliner di kawasan Zamzam Tower yang menghadap langsung ke Masjidil Haram, pengasuh Pondok Pesantren Tahfizhul Quran (PPTQ) Al-Husna Bukit Raja Wali, Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., Al-Hafizh, menyampaikan kajian tafsir yang sangat inspiratif mengenai dinamika doa Nabi Ibrahim AS.
Sembari menikmati suasana kota Makkah yang kini telah menjelma menjadi kota metropolitan yang makmur—di mana berbagai ragam kuliner hingga buah-buahan seperti durian tersedia dengan mudah di sekitar Masjidil Haram—beliau menguraikan keindahan balaghah Al-Quran terkait perubahan redaksi doa Nabi Ibrahim AS dari bentuk Baladan menuju Al-Balada dalam dua ayat yang berbeda.
Dinamika Doa Nabi Ibrahim: Dari Tanah Kosong Menjadi Kota yang Makmur
Perubahan redaksi doa Nabi Ibrahim AS berkaitan erat dengan perbedaan kondisi nyata Kota Makkah saat doa tersebut dipanjatkan. Dalam kaidah bahasa Arab, perbedaan qpenggunaan kata Baladan dan Al-Balada memiliki makna teologis dan historis yang sangat mendalam:
Pertama dalam surah Al-Baqarah Ayat 126 (Bentuk Baladan / Nakirah)
Doa ini dipanjatkan saat Makkah masih berupa lembah yang tandus dan belum berpenghuni. Di tanah Masjidil Haram yang secara geografis tandus, kering, berbatu, tidak memiliki pepohonan, serta tidak bisa ditanami tumbuhan, Nabi Ibrahim justru memohon agar Allah melimpahkan rezeki buah-buahan. Ayatnya diabadikan dalam Al-Qur’an:
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَرْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa: Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya…
(Kata Baladan di sini berbentuk nakirah, memohon keamanan untuk sebuah tempat secara umum yang akan dirintis).

Kedua dalam surah Ibrahim Ayat 35 (Bentuk Al-Balada / Ma’rifah)
Doa ini dipanjatkan setelah Makkah menjadi kota yang nyata, berpenghuni, dan berkembang pesat pasca munculnya air Zamzam serta kedatangan suku Jurhum. Nabi Ibrahim memohon agar negeri yang kini sudah berdiri megah di hadapannya itu senantiasa dijaga keamanan dan keberkahannya.
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَٱجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.
(Kata Al-Balada menggunakan alif-lam ma’rifah, menunjuk langsung pada Makkah yang sudah mapan).
Bukti Terkabulnya Doa Nabi Ibrahim di Tanah Haram
Kajian mendalam ini sekaligus menjadi saksi nyata atas terkabulnya doa agung Nabi Ibrahim AS. Meskipun tanah Masjidil Haram dan sekitarnya adalah lembah yang tandus, tidak berpohon, dan mustahil ditanami tanaman budidaya, hari ini buah-buahan justru tumpah ruah dari seluruh penjuru dunia ke kota ini. Doa agar Makkah menjadi negeri yang aman serta dikaruniai rezeki berupa buah-buahan dan berbagai hidangan telah terwujud sempurna di kawasan Masjidil Haram.
Siapa pun yang berkunjung ke sana dapat menyaksikan kemakmuran luar biasa, di mana berbagai macam makanan, fasilitas modern, hingga buah-buahan impor termasuk durian tersedia dengan limpahnya di sekitar tanah suci.
Nama Nabi Ibrahim AS sendiri merupakan salah satu nama Nabi yang memiliki kedudukan istimewa dalam Al-Quran. Nama Ibrahim disebutkan sebanyak 69 kali di dalam Al-Quran, yang tersebar di dalam 25 surah, menunjukkan betapa besar porsi keteladanan, risalah, dan sejarah bapak para nabi tersebut bagi umat manusia.
Hikmah besar yang dapat dipetik dari perenungan ini adalah pentingnya konsistensi seorang mukmin dalam berdoa—baik saat merintis perjuangan dari bawah maupun ketika sudah mencapai keberhasilan—serta kesadaran bahwa keamanan dan kedamaian adalah fondasi utama tegaknya sebuah peradaban mulia.
Kontributor: Achamd Husen
#KHAbdulHamid
#IsyarahLangit
#BaladanAlBalad
#DoaNabiIbrahim
#RihlahIlmiah MadinahAlMunawwarah
#MakkahAl Mukarramah
#PPTQAlHusnaBukit RajiWali
#PesantrenTerbersihSeLampung
#Tafakkur