Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Husna
Berita  

Secangkir Kopi di Bawah Langit Giza dan Doa yang Menembus Zaman: Ketika Isyarat Mushaf dan Mata Uang Berwujud Kenyataan

Secangkir Kopi di Bawah Langit Giza dan Doa yang Menembus Zaman: Ketika Isyarat Mushaf dan Mata Uang Berwujud Kenyataan

KAIRO / GIZA — Ada keheningan yang kudus tatkala lisan seorang hamba bergetar melantunkan kalam Ilahi. Baginda Nabi Muhammad SAW pernah bersabda memberikan petunjuk agung bagi para pencari cahaya-Nya:

مَنْ أَرَادَ أَنْ يُكَلِّمَ رَبَّهُ فَلْيَقْرَأْ الْقُرْآنَ
“Barangsiapa yang ingin berbicara dengan Allah, maka hendaklah ia membaca Al-Qur’an.”

Di atas hamparan bumi para anbiya, dawuh mulia ini menjelma menjadi laku hidup yang nyata. Pengasuh Pondok Pesantren Tahfizhul Quran (PPTQ) Al-Husna Bukit Raja Wali sekaligus PPM Baitul Qur’an, Assoc. Prof. Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., al-Hafizh, senantiasa merawat tradisi kalamullah tersebut dengan penuh keistiqamahan sejak tahun 2006.

Selama dua dekade melantunkan ayat demi ayat, Al-Qur’an bagi sang kiai bukan sekadar bacaan, melainkan sebuah ruang dialog batin yang menyambungkan hati seorang hamba kepada Sang Pencipta. Ada banyak sekali ayat-ayat suci yang kerap beliau “ajak bicara” dan renungkan dengan penuh penghayatan di atas lembaran mushaf.
Di antara sekian banyak ayat yang sering beliau tadabburi, ayat-ayat yang secara khusus mengabadikan nama مصر (Mishr / Mesir) menjadi salah satu titik permenungan yang paling membekas.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Yusuf ayat 99:
وَقَالَ ادْخُلُوا مِصْرَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ

“Dan Yusuf berkata: ‘Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman’.”
Serta dalam Surah Yunus ayat 87:
وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى وَأَخِيهِ أَنْ تَبَوَّءَا لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا…

“Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: ‘Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu…'”

Tatkala lisan beliau sampai pada ayat-ayat yang menyebut tentang negeri Mesir tersebut, sang kiai senantiasa berhenti sejenak. Hatinya bergetar mengagungkan makna di baliknya, lalu memanjatkan sebuah permohonan tulus kepada Allah SWT:

“Ya Allah… ini adalah salah satu ayat-Mu yang berbicara tentang Mesir. Hamba-Mu ini belum pernah tahu bagaimana rupa Mesir, seperti apa bentuknya, dan bagaimana keadaannya. Namun jika diizinkan, sampaikanlah hamba-Mu ini berkunjung ke negeri tersebut ya Rabb…”

Usai bermunajat dalam jeda tadarus itu, beliau kembali melanjutkan bacaannya dengan khusyuk.

Takdir Allah bergerak melalui jalan-jalan yang tak terduga. Di balik ketekunan beliau berdialog dengan Al-Qur’an, sang kiai juga menyimpan lembaran-lembaran mata uang kertas dari berbagai negara sebagai bagian dari hobi perjalanannya—termasuk lembaran mata uang Pound Mesir yang telah beliau simpan rapi sejak kepulangannya menunaikan ibadah haji pada tahun 2017.
Siapa sangka, lembaran mata uang asing yang tersimpan sabar di antara kenangan tanah suci itu menyimpan isyarat tersembunyi dari Sang Maha Pengatur. Angka 17 yang melekat pada tahun kepulangan haji tersebut ternyata menjadi pertanda atas waktu keberangkatan beliau menuju Mesir, yang ditakdirkan tepat pada tanggal 17 September.

Sari pati rihlah ini berpadu dalam keindahan yang utuh ketika doa-doa yang dipanjatkan di balik mushaf dan isyarat lembaran uang masa lalu itu benar-benar terwujud nyata. Hari ini, sang kiai berdiri di bumi Mishr, merampungkan perjalanannya menunggangi unta menyusuri bukit-bukit pasir di kawasan Giza.

Di bawah terik matahari padang pasir yang memeluk bayang-bayang piramida dan patung Sphinx, langkah beliau beristirahat sejenak di sebuah sudut peristrahatan. Sambil menikmati sela-sela waktu usai naik unta, beliau duduk menikmati segelas kopi hangat seharga 200 poin Mesir. Aroma kopi yang pekat berpadu dengan lembutnya angin gurun Kairo, menyempurnakan permenungan seorang musafir yang menyaksikan langsung bahwa setiap janji dan takdir Allah selalu tiba pada waktunya.

Kontributor: Achamd Husen

#KiaiKampungMenembusBatas #DoaMusafir #MishrMesir #RihlahIlmiah #GizaPyramids #KopiMesir #PPTQAlHusnaBukitRajawali #BaitulQur’an #TasawufNusantara

Exit mobile version