Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Husna
Berita  

Menyemai Spirit Muharram, Ketua Yayasan Serukan Transformasi Kinerja dan Loyalitas di STIT Pringsewu

Menyemai Spirit Muharram, Ketua Yayasan Serukan Transformasi Kinerja dan Loyalitas di STIT Pringsewu

PRINGSEWU – Awal bulan selalu membawa harapan baru, terlebih saat ia bertepatan dengan momentum sakral Muharram. Tepat di tanggal 1 Juli 2026, semangat hijrah berkobar dalam pertemuan struktural, dosen, dan staf di lingkungan STIT Pringsewu.

Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Startech yang juga Pengasuh PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali dan PPM Baitul Qur’an, Assoc. Prof. Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., al-Hafizh.

Hadir dalam agenda tersebut Ketua STIT Pringsewu, Ibu Iis Maisaroh, M.Pd.I., al-Hafizhah, Direktur Pascasarjana Dr. Hi. Salamun, M.Pd., serta jajaran struktural penting lainnya.

Dalam sambutannya, Kiai Hamid menekankan pentingnya memaknai Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah yang hakiki. Mengawali bulan baru di tanggal 1 ini, beliau memberikan suntikan semangat melalui filosofi “JULi”: Jaga, Usaha, dan Lillah.
“Tanggal 1 ini adalah garis start bagi kita semua. Mari kita jadikan awal bulan ini sebagai titik balik untuk transformasi diri. Jika Juni lalu kita sudah menanamkan semangat menjaga dan berusaha, maka di bulan Juli ini, kita perkuat dengan totalitas Lillah. Jaga nama baik pendiri dan kampus yang telah dibangun dengan susah payah. Mari kita tingkatkan Usaha bersama untuk membesarkan STIT Pringsewu, terutama dengan hadirnya program Pascasarjana. Dan yang terpenting, niatkan semuanya Lillah, hanya karena Allah,” tegas Kiai Hamid.

Harmoni dalam Bekerja dan Semangat Mencari Mahasiswa

Kiai Hamid menyoroti pentingnya kerja tim dalam lembaga pendidikan. Ia menegaskan bahwa setiap civitas akademika adalah wajah dari institusi. “Mencari mahasiswa baru adalah kewajiban kolektif, bukan tugas bagian penerimaan mahasiswa saja. Setiap dosen dan staf adalah duta kampus. Mari bergerak bersama, tunjukkan keunggulan STIT Pringsewu kepada masyarakat luas. Jika kampus ini maju, maka kesejahteraan kita pun akan terjaga,” serunya penuh semangat.

Ketegasan akan Loyalitas.

Terkait dinamika kelembagaan, Kiai Hamid memberikan pesan keras mengenai loyalitas. Beliau mengingatkan bahwa gelar akademik, termasuk Doktor dan sertifikasi dosen, tidak ada artinya tanpa loyalitas pada yayasan. “Jabatan bukanlah benteng untuk membangkang. Ketidakpatuhan adalah bentuk pengabaian terhadap adab seorang pendidik. Mari tegak lurus pada kebijakan yayasan,” ujarnya. Beliau juga mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah, bukan hak milik, dan yang terpenting adalah legacy kebaikan yang ditinggalkan.

Pengembangan Dosen dan Serdos

Dalam aspek profesionalisme, Kiai Hamid mendorong dosen untuk aktif dalam riset dan publikasi. Terkait Sertifikasi Dosen (Serdos), beliau menegaskan bahwa yayasan tidak mengambil sepeser pun hak dosen. Ia meminta agar fasilitas ini dijadikan motivasi untuk berkontribusi lebih besar bagi marwah institusi.

Penyerahan SK Jabatan Akademik
Sebagai puncak acara yang penuh motivasi, Kiai Hamid didampingi oleh Ketua STIT Pringsewu dan Direktur Pascasarjana menyerahkan SK Jabatan Akademik Lektor Kepala kepada Ibu Evi Gusliana, M.Pd. dan Ibu Dr. Sri Andayani, M.Pd.
Penyerahan SK ini disambut dengan apresiasi tinggi dari seluruh yang hadir. Kiai Hamid berharap, pencapaian ini menjadi penyulut semangat bagi seluruh dosen lainnya untuk terus berpacu dalam meningkatkan jenjang jabatan akademik, demi kemajuan dan marwah STIT Pringsewu.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membawa STIT Pringsewu menuju masa depan yang lebih gemilang, selaras dengan semangat hijrah dan energi baru di awal bulan Muharram.

(Kontributor: Achmad Husen)

Exit mobile version