
Sambung Doa di Malam Asyura, Pengasuh dan Santri PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali Mujahadah di Lokasi Pembangunan Asrama Putri
Pringsewu -Bukit Raja Wali, Suasana malam Jumat yang bertepatan dengan malam 10 Muharram 1448 H atau malam Asyura, Kamis (25/6/2026), di lingkungan Pondok Pesantren Tahfihzul Qur’an (PPTQ) Al-Husna Bukit Raja Wali terasa berbeda. Alih-alih berada di ruang utama, pengasuh pesantren, Assoc. Prof. Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., al-Hafizh, mengajak para santri untuk melangkah ke lokasi pembangunan asrama putri yang sedang berjalan.
Di bawah langit malam yang tenang, Kiai Hamid bersama puluhan santri duduk bersila di atas hamparan tanah yang tengah dalam proses pembangunan tersebut. Mereka melantunkan dzikir, tahlil, dan doa secara khusyuk dalam rangkaian mujahadah yang diniatkan untuk keberkahan proses pembangunan serta keselamatan seluruh civitas pesantren.
Dalam arahannya, Kiai Hamid menyampaikan bahwa kegiatan mujahadah di lokasi pembangunan ini merupakan bentuk ikhtiar batiniah agar proses pembangunan asrama putri dapat berjalan dengan lancar, selamat, dan nantinya membawa manfaat besar bagi para penghafal Al-Qur’an.
“Pembangunan fisik harus dibarengi dengan pembangunan spiritual. Kita hadir di sini untuk memohon kepada Allah SWT agar setiap bata yang terpasang dan setiap keringat yang menetes dalam pembangunan asrama ini dicatat sebagai amal jariyah, serta menjadi wasilah turunnya keberkahan bagi PPTQ Al-Husna BR,” ujar Kiai Hamid di hadapan para santri.
Kejar Target Jelang Kedatangan Santri Baru
Mujahadah malam ini terasa semakin urgen mengingat jadwal operasional yang sudah di depan mata. Pasalnya, pihak pengurus telah menetapkan bahwa pada Ahad (12/7/2026) mendatang, para santri baru akan mulai memasuki lingkungan pesantren.
Kiai Hamid berharap, ikhtiar batiniah melalui mujahadah di malam Asyura ini dapat menjadi pembuka pintu kemudahan agar kesiapan fasilitas asrama putri bisa segera optimal sebelum para santri baru tiba. Menurutnya, kenyamanan tempat tinggal menjadi salah satu elemen krusial agar para santri dapat segera beradaptasi dan fokus dalam memulai masa orientasi serta pendalaman hafalan Al-Qur’an.
“Target kita adalah memberikan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan dimulainya kedatangan santri baru pada Ahad, 12 Juli nanti, kita berpacu dengan waktu untuk memastikan asrama siap digunakan.
Semoga Allah SWT memberikan kemudahan di sisa waktu pengerjaan ini,” imbuh pengasuh yang juga akademisi tersebut.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa momentum malam Asyura adalah waktu yang mustajab untuk bermunajat. Ia berharap melalui lantunan ayat suci dan doa yang dipanjatkan di lokasi pembangunan, Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan akses, baik dari sisi material maupun non-material, hingga bangunan asrama putri tersebut dapat segera diselesaikan dan ditempati dengan barokah.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama. Para santri tampak antusias mengikuti setiap rangkaian doa, seraya menaruh harapan agar fasilitas belajar yang baru ini dapat menjadi ruang bagi mereka untuk lebih fokus dalam mendalami hafalan Al-Qur’an.
Pembangunan asrama putri ini sendiri merupakan langkah ekspansi PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali dalam menampung animo santriwati yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Seluruh keluarga besar pesantren berharap, dengan dukungan doa dan kepedulian dari berbagai pihak, pembangunan ini dapat rampung sesuai target yang ditentukan.
(Kontributor: Achmad Husen)