Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Husna
Berita  

Menjemput Berkah di Tanggal Cantik Serba 6: Walimatus Safar Ibu Miskiyah dan Bakti Sang Putra

Menjemput Berkah di Tanggal Cantik Serba 6: Walimatus Safar Ibu Miskiyah dan Bakti Sang Putra

Pringsewu–Sumberejo, Suasana penuh khidmat, haru, dan keberkahan menyelimuti kediaman Ibu Miskiyah, Sumberejo, Pagelaran, pada Jumat, 26 Juni 2026. Di sudut ruang yang syahdu itu, Ibu Miskiyah duduk dengan pandangan teduh, ditemani sang putra, Pak Wahidin. Keberangkatan umroh ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan manifestasi dari untaian doa dan bakti seorang anak yang menjemput ridho Ilahi melalui jalan Birrul Walidain.

Keberangkatan ini difasilitasi oleh ASSA Tour, dihadiri langsung oleh Kepala Cabang Hj. Ummu Laila M serta mitra beliau, Ibu Siti Rodhiyah. Dalam sambutannya, Hj. Ummu Laila M memberikan motivasi yang membakar semangat para hadirin agar tidak sekadar menjadi pendengar tentang keajaiban Baitullah. Di tengah sambutannya, Hj. Ummu Laila M memimpin doa bersama khusus bagi jamaah yang telah menyiapkan “bibit uang” sebesar 5.000 rupiah, sebagai simbol niat yang dipatrikan untuk memulai langkah ikhtiar menuju Tanah Suci.

Isyaroh Langit dan Keunikan Tanggal 26-06-2026

Hadir sebagai penceramah utama, Assoc. Prof. Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I, al-Hafizh, yang dikenal ahli dalam membaca isyaroh. Bagi beliau, pemilihan waktu pelaksanaan acara ini bukanlah kebetulan. Jatuhnya acara pada tanggal cantik 26-06-2026 yang bertepatan dengan hari Asyura (10 Muharram) adalah sebuah isyaroh langit tentang pintu keberkahan yang terbuka lebar.
Kiai Hamid menjelaskan bahwa angka 6 dalam isyaroh langit melambangkan keseimbangan dan keselarasan niat, ucapan, dan perbuatan. Dipadukan dengan momentum Asyura—hari di mana Allah membukakan pintu kemenangan bagi para nabi—tanggal ini menjadi “hari pintu terbuka”. Siapa pun yang memulai langkah niat suci di hari ini, ia sedang menabung keberkahan di waktu yang telah disiapkan Allah untuk kemudahan perjalanan.

Kiai Hamid pun mengutip hadist mengenai kelapangan rezeki sebagai penanda keberkahan tersebut:
مَنْ وَسَّعَ عَلَى عِيَالِهِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ فِيْ سَنَتِهِ كُلِّهَا
Artinya: “Barangsiapa yang melapangkan nafkah (berbagi) kepada keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan melapangkan rezekinya di sepanjang tahun itu.”

“Sabiilan”: Bukan Sekadar Uang, Tapi Jalan Menuju Baitullah

Dalam tausiyahnya, Kiai Hamid mengulas landasan syariat ibadah ke Tanah Suci melalui QS. Ali Imran ayat 97:
وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا
Artinya: “…yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.”

Kiai Hamid memberikan penjelasan mendalam mengenai kata سَبِيْلًا (sabiilan). Beliau menegaskan bahwa kata ini berbentuk Nakiroh (indefinit), bukan Ma’rifat. Penggunaan Nakiroh menunjukkan cakupan yang sangat luas; sabiilan bukanlah berarti harus memiliki uang yang melimpah secara instan, melainkan setiap “jalan” kemudahan yang Allah bukakan bagi hamba-Nya yang sungguh-sungguh.
“Banyak cara untuk sampai ke Haromain. Selama niat jujur dan ikhtiar ada, Allah akan membukakan jalan yang tidak disangka-sangka. Jangan pernah merasa tertutup pintunya jika ikhtiar sudah dimulai,” tegas Kiai Hamid.

Eksekusi Ikhtiar: Dari Doa Menuju Celengan

Menutup tausiyahnya, Kiai Hamid memberikan instruksi praktis bagi para jamaah yang telah memegang “bibit uang” 5.000 rupiah yang telah didoakan tadi. Beliau mengingatkan agar semangat tersebut jangan berhenti di tempat acara. “Sepulang dari sini, segera eksekusi niat itu. Belilah celengan dan masukkan uang 5.000 rupiah yang sudah didoakan bersama tadi sebagai langkah awal yang istiqomah dalam menjemput panggilan Baitullah,” pungkas beliau.

Acara ditutup dengan doa bersama memohon kelancaran bagi Ibu Miskiyah, keberkahan bagi ASSA Tour di bawah pimpinan Hj. Ummu Laila M dan Ibu Siti Rodhiyah, serta harapan agar semangat bakti Pak Wahidin kepada ibundanya menjadi pemantik bagi seluruh hadirin untuk segera menyusul langkah suci ke Baitullah.

(Kontributor: Achmad Husen)

Exit mobile version