
Giatkan Tridharma Perguruan Tinggi, STIT Tanggamus Diasesmen Jadi Institut Merah Putih
TANGGAMUS, NU– Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tanggamus melangkah menuju babak baru. Lembaga perguruan tinggi keagamaan Islam di bawah naungan Yayasan Startech tersebut kini tengah menjalani proses asesmen alih bentuk menjadi Institut Merah Putih.
Proses asesmen lapangan dan evaluasi dari Tim Kementerian Agama (Kemenag) RI tersebut dihadiri oleh pejabat serta asesor Kemenag RI, baik secara tatap muka maupun melalui jejaring Zoom Meeting.
Hadir dalam asesmen tersebut via Zoom Meeting, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag., dan Dr. Ahmad Mahfud Arsyad, M.Ag. Sementara hadir secara langsung di lokasi acara, Tim Kemenag RI yang diwakili oleh Andi Subiyanto, S.H., M.H., Dinata Firmansyah, S.Si., serta Ahmad Rizal, S.Pd. beserta jajaran staf.
Dalam sambutannya secara virtual, Prof. Arskal Salim memberikan apresiasi tinggi atas ikhtiar dan langkah progresif yang ditempuh STIT Tanggamus. Menurutnya, alih bentuk menjadi institut bukan sekadar perubahan kelembagaan atau pergantian nomenklatur pimpinan dari Ketua menjadi Rektor.
“Langkah alih bentuk ini merupakan bentuk perluasan daya jangkau dan kapasitas Tridharma Perguruan Tinggi. Dengan menjadi institut, ruang gerak pengabdian, penelitian, dan pengajaran akan semakin luas, serta memiliki power dan dampak sosial keagamaan yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Prof. Arskal.
Sementara itu, Ketua STIT Tanggamus, Dhini Pepilina, M.M., dalam sambutannya menegaskan kesiapan penuh seluruh civitas akademika dalam menyongsong perubahan status kelembagaan ini. Pihaknya telah melakukan berbagai persiapan matang, mulai dari pemenuhan standar dokumen akademik, penyesuaian kurikulum, hingga kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
“Kami jajaran pimpinan, dosen, dan staf STIT Tanggamus menyatakan siap lahir dan batin untuk beralih bentuk menjadi Institut Merah Putih. Seluruh persyaratan administrasi, kesiapan SDM dosen, hingga pengembangan program studi telah kami siapkan secara terencana demi memenuhi standar mutu nasional pendidikan tinggi,” tegas Dhini.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Startech, Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I. al-Hafizh, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas arahan serta pendampingan dari Tim Kemenag RI. Ia menegaskan bahwa alih bentuk ini merupakan komitmen yayasan dalam menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang responsif terhadap tantangan zaman tanpa mencabut akar nilai-nilai kebangsaan.
“Penggunaan nama Institut Merah Putih membawa misi besar dan tanggung jawab moral. Kami ingin menegaskan bahwa pendidikan Islam dan semangat kebangsaan adalah dua hal yang saling menguatkan. Nama Merah Putih adalah jalinan komitmen kami menjaga nilai-nilai NKRI, moderasi beragama, dan tradisi keilmuan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” tutur Kiai Abdul Hamid.
Kiai Hamid yang juga akademisi dan pengasuh pesantren PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali dan PPM Baitul Qur’an tersebut menambahkan, pihak yayasan siap memberikan dukungan penuh dari segi infrastruktur maupun pengembangan kapasitas akademik agar proses transisi menuju Institut Merah Putih berjalan optimal.
“Kami berharap asesmen ini membawa berkah dan kemudahan. Ke depan, Institut Merah Putih tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan jiwa kebangsaan yang kokoh,” pungkasnya.
Proses asesmen berlangsung dengan khidmat dan lancar, dilanjutkan dengan verifikasi berkas administrasi serta peninjauan kesiapan sarana-prasarana oleh Tim Kemenag RI.
Kontributor: Achmad Husen
#TransformasiStitTanggamus
#InstitutMerahPutih
#KH.AbdulHamid
#Ayokuliah