Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Husna
Berita  

Dari Tapak Bukit Rajawali Menuju Negeri Sakura: Jejak Langkah Aulawi Nulad Utami, Santri Perintis yang Mengukir Sanggar Ilmu di Tokyo

Dari Tapak Bukit Rajawali Menuju Negeri Sakura: Jejak Langkah Aulawi Nulad Utami, Santri Perintis yang Mengukir Sanggar Ilmu di Tokyo

Bukit Raja Wali– Setiap peradaban besar selalu bermula dari bentangan niat yang hening dan keberanian untuk merintis. Perjalanan panjang dan penuh keikhlasan itu kini membuahkan keberkahan bagi Aulawi Nulad Utami, S.Pd., sosok santri rintisan yang menjadi satu dari enam santri pertama saat Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Al-Husna mulai ditancapkan fondasinya pada tahun 2016 lalu, sebelum bertambah nama menjadi Al-Husna Bukit Raja Wali.

Kini, perempuan yang akrab disapa Ustadzah Tami tersebut tidak hanya mengabdikan hidupnya sebagai benteng ilmu di SMP Qur’an Al-Hamidy dan SMA Plus Al-Hamidy, tetapi juga melebarkan bentangan sayap dakwahnya ke mancanegara. Pada 5 hingga 10 Oktober 2026 lalu, ia melintasi samudera untuk menjejakkan kaki dalam rangkaian agenda akademik di Tokyo, Jepang.

Di bawah naungan langit Tokyo, Ustadzah Tami menjajaki jejaring pendidikan di Musashino University serta mengikuti perhelatan Seminar on Challenges in Global Accounting and Economics—sebuah kolaborasi akademis internasional bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila).

Di sela-sela riuhnya agenda ilmu, ia menyempatkan diri bermutaba’ah dengan alam di tepi Danau Kawaguchi, menyaksikan megahnya Gunung Fuji sebagai lukisan keagungan Sang Pencipta.

Keberangkatan sang santri perintis ini memercikkan rasa syukur dan haru yang mendalam dari Pengasuh PPTQ Al-Husna Bukit Rajawali dan PPM Baitul Qur’an, Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., al-Hafizh. Beliau memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa Syukurnya atas pencapaian santri nya yang mampu melintasi batas-batas teritorial demi menuntut dan menyebarkan keberkahan ilmu.

Bagi Dr. KH. Abdul Hamid, capaian ini menjadi kebanggaan besar sekaligus bukti nyata bahwa baik santri PPTQ Al-Husna maupun santri PPM Baitul Qur’an kini telah memiliki kapasitas dan peluang yang sama untuk melangkahkan kaki ke mancanegara, sebelum nya santri Baitul Qur’an terbang ke Malaysia, Singapura dan Thailand.

Pendidikan di pesantren tidak pernah membatasi cita-cita para santri, melainkan justru menjadi batu pijakan utama untuk mendunia.
Rasa bangga sang pengasuh sejalan dengan perjalanan spiritual dan intelektual beliau sendiri. Kembara ilmu dan rihlah ilmiah telah menjadi bagian dari tarikan napas Dr. KH. Abdul Hamid—mulai dari melangkah ke Hongkong, Malaysia, hingga menjejakkan kaki di bumi para nabi, Mesir, pada 17 September 2026 lalu sebelum melaju ke Tanah Suci Saudi Arabia.

Beliau menegaskan bahwa rahim pesantren yang senantiasa memeluk ayat-ayat suci Al-Qur’an sanggup melahirkan insan yang berdaya saing global tanpa kehilangan akar kesantriannya.
Langkah suci yang ditorehkan Ustadzah Tami merupakan manifestasi nyata dari firman Allah SWT dalam Surah Al-Mulk ayat 15:

هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ ذَلُولًا فَٱمْشُوا۟ فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا۟ مِن رِّزْقِهِۦ ۖ وَإِلَيْهِ ٱلنُّشُورُ

“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”

Dari sudut kesederhanaan Bukit Rajawali hingga megahnya lanskap peradaban Tokyo, jejak Aulawi Nulad Utami membuktikan bahwa impian seorang santri yang dirawat dengan keikhlasan tidak akan pernah bertepi. Semoga jejak ini menjadi pemantik api semangat bagi generasi santri berikutnya—baik di Al-Husna maupun Baitul Qur’an—untuk terus terbang tinggi menembus batas dunia.

Kontributor: Achamd Husen

#AlhusnaBukitRajaWali
#BaitulQuran
#Jepang
#MancaNegara
#PonPesTerbersihSeLampung
#RihlahSantri
#SanrtriSerbaBisa

Exit mobile version