Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Husna
Berita  

Ziarah Penutup di Mesir: Pengasuh PPTQ Al-Husna Ngaji Al-Hikam Langsung kepada Gus Faiz di Makam Syekh Ibnu Atha’illah

Ziarah Penutup di Mesir: Pengasuh PPTQ Al-Husna Ngaji Al-Hikam Langsung kepada Gus Faiz di Makam Syekh Ibnu Atha’illah

KAIRO — Rangkaian rihlah ilmiah pengasuh Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Al-Husna Bukit Raja Wali, Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., al-Hafizh, di tanah Mesir ditutup dengan penuh khidmat. Sebelum beranjak meninggalkan hotel menuju Bandara Internasional Kairo untuk melanjutkan perjalanan suci berikutnya ke Kota Madinah, beliau menyempatkan diri melakukan ziarah penutup ke makam seorang wali besar penyusun kitab hikmah legendaris Al-Hikam, Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari.

Pagi yang syahdu di Mesir sebelumnya diawali dengan perenungan mendalam di rooftop lantai enam New Pyramid Front Hotel berlatar keagungan Piramida Giza. Sambil menikmati secangkir kopi hangat dan mengenakan kaos bertuliskan Sun Tree Nusantara —yang merefleksikan filosofi keikhlasan matahari dan keteduhan pohon sebagaimana hadis khairunnas anfauhum linnas— Kiai Abdul Hamid meresapi keluasan ilmu Allah SWT sebagaimana termaktub dalam Surah Luqman ayat 27.

Menjelang keberangkatan ke bandara, perjalanan berlanjut menuju kompleks makam Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari. Ziarah penutup tersebut terasa sangat istimewa dan sarat barakah. Di sisi pusara pengarang kitab Al-Hikam tersebut, Kiai Abdul Hamid berkesempatan ngaji (mengkaji) secara langsung kitab Al-Hikam bersama Pengasuh Pondok Pesantren Darur Rahman Jakarta, KH. Muhammad Faiz Syukron Makmun (Gus Faiz), yang juga tengah berada di Kairo.

Di hadapan makam sang pengarang, Gus Faiz memimpin pengkajian dengan membedah hikmah pertama dari kitab Al-Hikam. Kalam hikmah tersebut berbunyi:

مِنْ عَلَامَاتِ الِاعْتِمَادِ عَلَى الْعَمَلِ، نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُودِ الزَّلَلِ

Artinya: “Di antara tanda bersandarnya seseorang pada amal usahanya adalah berkurangnya harapan (kepada rahmat Allah) ketika ia melakukan suatu kesalahan/dosa.”

Dalam penjelasan ringkas yang sarat akan kesejukan ruhani, Gus Faiz memaparkan bahwa seorang hamba hendaknya tidak pernah menyandarkan keselamatan dan harapannya semata-mata pada amal ibadah yang dilakukannya. Sebab, amal manusia penuh dengan kekurangan dan potensi kesalahan. Sebaliknya, seorang mukmin sejati harus senantiasa menggantungkan pengharapan yang utuh kepada luasnya ampunan, kasih sayang, dan karunia Allah SWT, terlepas dari sebesar apa pun kelalaian atau dosa yang pernah diperbuat.
Perenungan mendalam di sekitar makam ini kian menghidupkan tradisi keilmuan pesantren yang menjunjung tinggi sanad dan kedekatan spiritual dengan para auliya.

Usai sesi pengajian singkat tersebut, Kiai Abdul Hamid memohon tanda tangan langsung dari Gus Faiz pada kitab Al-Hikam yang beliau bawa, sebagai bentuk tabarukan (mencari berkah) keilmuan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan tawasul Masyayikh khas PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali dan PPM Baitul Qur’an. Dengan membawa serta kitab aslinya al-Hikam ke kompleks makam, Kiai Abdul Hamid memanjatkan doa-doa terbaik, memohon kelancaran, keberkahan, serta keselamatan perjalanan spiritual menuju Madinah Al-Munawwarah.

Menutup rangkaian ziarah yang penuh haru di bumi para anbiya ini, beliau berharap semoga ziarah tersebut bukanlah yang pertama dan terakhir kalinya. Beliau memanjatkan doa dan pengharapan agar kelak diberikan kesempatan kembali ke Mesir bersama keluarga tercinta serta para santri sekalian.

Kontributor: Achmad Husen

#Kairo #Mesir #NUOnline #AlHikam #SyekhIbnuAthaillah #KiaiAbdulHamid #GusFaiz #SunTreeNusantara #NewPyramidFrontHotel
#BukitRajawali #PondokPesantren #Madinah

Exit mobile version