
Samudra Cinta Sang Penyair Burdah: Rihlah Spiritual KH. Abdul Hamid di Bumi Alexandria
Langkah kaki seorang pelita umat, pengasuh Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Al-Husna Bukit Raja Wali sekaligus PPM Baitul Qur’an Lampung, Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I, al-Hafizh terus menyusuri jejak-jejak cahaya di tanah peradaban.
Usai membasuh rindu di pusara para nabi dan ahli hikmah, rihlah spiritual berlanjut memasuki gerbang kerinduan yang lain: bersimpuh di makam mahaguru sufi Imam Abul Abbas al-Mursi dan penyair agung pembela Rasulullah, Imam al-Busiri di Kota Alexandria.
Ada kisah yang teramat agung dan menggetarkan jiwa di balik ziarah kepada Imam al-Busiri. Konon, sang penyair agung ini pernah mengalami sakit parah hingga menderita kelumpuhan (stroke) yang membuat sekujur tubuhnya tak lagi berdaya. Namun, di tengah keterbatasan fisik dan badai ujian yang mendera, kecintaan yang begitu menyala kepada Nabi Muhammad SAW justru menjelma menjadi pelita. Dari lubuk hati yang paling dalam, beliau menggubah bait-bait agung Qasidah Burdah—sebuah mahakarya pujian yang memuat kerinduan tanpa batas kepada Baginda Nabi. Berkat ketulusan cinta yang terpatri dalam bait-bait tersebut, Allah SWT mengaruniakan kesembuhan total melalui syafaat dan mimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW.
Di dalam bait-bait suci Qasidah Burdah yang digubahnya, Imam al-Busiri mengabadikan samudra kemuliaan Baginda Nabi SAW dengan ungkapan yang sangat menyentuh hati:
فإن من جودك الدنيا وضرتها ومن علومك علم اللوح والقلم
“Sesungguhnya di antara dermawananmu adalah dunia dan akhirat, dan di antara ilmu-ilmu mu adalah ilmu Lauh al-Mahfuz dan Qalam.”
Serta bait masyhur yang melukiskan betapa seluruh makhluk senantiasa mengharapkan limpahan air rahmat dan syafaat dari Rasulullah SAW:
وكلهم من رسول الله ملتمس غرفا من البحر أو رشفا من الديم
“Dan setiap dari mereka (para rasul dan umat manusia) memohon kepada Rasulullah, menciduk seciduk dari lautan (ilmu/syafaatnya) atau meneguk seteguk dari hujan lebat.”
Serta bait penuh linangan air mata memohon ampunan kepada Allah SWT melalui wasilah kemuliaan Baginda Nabi:
يا رب مصطفى بلغ مقاصدنا واغفر لنا ما مضى يا واسع الكرم
“Ya Tuhan kami, berkat kemuliaan Nabi yang terpilih, sampaikanlah maksud-maksud kami, dan ampunilah dosa-dosa kami yang telah lalu, wahai Zat yang Maha Luas kemurahan-Nya.”
Yang membuat perjalanan ini semakin istimewa dan penuh khidmat, Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I turut membawa serta lembaran kitab qashidah aslinya, yakni Qashidah Burdah, langsung ke hadapan pesarean sang pengubah. Membawa kitab aslinya ke makam pengarangnya adalah wujud sambung batin yang nyata—menyatukan denyut nadi cinta seorang kiai dari Nusantara dengan warisan agung kecintaan kepada Rasulullah SAW di bumi para wali.
Hubungan Spiritual, Sanad, dan Murid Utama Imam Abul Abbas al-Mursi serta Imam al-Busiri
Di tanah Alexandria, kedekatan antara Imam Abul Abbas al-Mursi dan Imam al-Busiri bukan hanya sekadar hubungan sosial antarulama sezaman, melainkan ikatan ruhani yang sangat erat di dalam jalur tarekat Syadziliyah.
Imam al-Busiri adalah salah satu murid terkemuka dan pencinta sejati dari Imam Abul Abbas al-Mursi, di mana sang imam mursyid menjadi pembimbing ruhani utama yang menempa kedalaman makrifat dan kecintaan sang penyair kepada Baginda Nabi SAW.
Sekilas Sanad Guru Imam Abul Abbas al-Mursi:
Bahwa imam Abul Abbas al-Mursi berguru secara langsung kepada pendiri Thariqah Syadziliyah, yaitu Imam Abul Hasan al-Syadzili. Sanad keilmuan dan ruhani ini terus tersambung ke atas melalui para wali besar hingga merujuk kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Murid-Murid Utama Imam Abul Abbas al-Mursi:
Selain Imam al-Busiri, majelis dan tarbiyah beliau telah melahirkan banyak ulama serta wali besar yang meneruskan cahaya tasawuf, di antaranya:
1)Imam Ibnu Athaillah al-Sakandari (pengarang kitab hikmah Al-Hikam yang kemudian menjadi penerus kepemimpinan Thariqah Syadziliyah setelahnya).
2).Imam Yaqut al-Arsyi (salah seorang murid terdekat dan khalifah utama beliau di Alexandria).
Semoga ziarah batin yang membawa lembaran suci Qashidah Burdah ini melimpahkan keberkahan yang luas, meneguhkan cinta kepada Nabi SAW, serta membawa pulang mata air syafaat dan hikmah untuk disiramkan kembali kepada para santri tercinta di bumi Lampung dan Nusantara. Amin, ya rabbal ‘alamin.
#RihlahSpiritual #ZiarahAlexandria #ImamBushiry #AbulAbbasAlMursi #QashidahBurdah #KHAbdulHamid #CintaNabi #PesantrenLampung
#Pptqalhusna
#BukitRajawali
#PesantreTerbersihSeLampung
#BaitulQuran #WaliAllah