Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Husna
Berita  

Pelepasan Sarat Haru di Ndalem: Pengasuh PPTQ Al-Husna Bertolak ke Mesir dan Umrah, Wariskan Semangat “Afkaruq Aqfaruk”

Pelepasan Sarat Haru di Ndalem: Pengasuh PPTQ Al-Husna Bertolak ke Mesir dan Umrah, Wariskan Semangat “Afkaruq Aqfaruk”

Pringsewu, Bukit Raja Wali –
Suasana halaman Ndalem Pondok Pesantren Tahfizhul Al-Qur’an (PPTQ) Al-Husna Bukit Raja Wali dan PPM Baitul Qur’an mendadak sarat akan haru dan takdzim. Pagi ini, Rabu (17/9/2026), seluruh asatidz, asatidzah, dan santri berkumpul dalam satu ikatan batin yang erat, melepas keberangkatan Sang Pengasuh, Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., al-Hafizh, yang akan bertolak menuju Mesir dan menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci.

Lantunan doa keselamatan berkumandang khusyuk, mengetuk pintu langit, memohon keberkahan atas perjalanan sang mursyid ilmu. Di hadapan ratusan santri yang menatap penuh cinta, Kiai Abdul Hamid menyampaikan pesan mendalam yang membakar semangat juang generasi penghafal Al-Qur’an.
Beliau menegaskan bahwa Baitullah dan altar peradaban dunia terbuka bagi siapa saja yang memiliki ketulusan niat dan keyakinan baja.

“Afkaruq aqfaruk — pikiranmu adalah takdirmu. Yakinlah, kalian semua memiliki potensi yang sama untuk menjejakkan kaki di Mekkah, Madinah, hingga bumi para anbiya di Mesir,”

tutur Kiai Hamid penuh motivasi, disambut anggukan takzim para santri.
Dengan senyum khasnya, beliau bahkan berseloroh penuh optimisme mengenai “3 M” yang dicita-citakan para santri: Mesir, Madinah, Mekkah—yang kelak insya Allah berbuah manis menjadi Milyar keberkahan hidup di dunia dan akhirat.

Keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah manifestasi nyata dari kekuatan niat dan rahasia takdir Ilahi. Siapa sangka, azam atau tekad kuat Sang Pengasuh untuk melangkahkan kaki ke Mesir baru bersemi pada tanggal 17 Mei 2026. Hanya berselang beberapa pekan, tepatnya pada 29 Juli 2026, kepastian keberangkatan itu terjawab dengan izin Allah.
Hingga akhirnya, takdir merajut skenarionya dengan indah; hari keberangkatan benar-benar jatuh pada tanggal 17 September 2026.

Sebuah bukti nyata bahwa ketika Allah telah berkehendak dan seorang hamba membulatkan tekad, jarak ribuan kilometer dan batas waktu seakan tunduk pada kemahakuasaan-Nya.

Pengantaran keluarga al-hamidy ke Jakarta kali ini terasa begitu istimewa. Kiai Abdul Hamid didampingi oleh istri tercinta serta kedua buah hatinya, Gus Muhammad Fatih al-Hamidy dan Gus Muhammad Syafiq al-Hamidy.

Keikutsertaan sang buah hati bukan tanpa makna, melainkan sebuah metode mendidik jiwa agar sejak dini akrab dengan cita-cita luhur.

Ada pemandangan mengharukan yang kerap berulang dan mencerminkan didikan penuh nurani. Setiap kali semua anak beliau melintasi bandara, melihat pesawat melintas di angkasa, ataupun memandang miniatur Kakbah di sudut jalan manapun mereka berada, langkah kecil itu selalu berhenti. Tangan mungil mereka menadah, memanjatkan doa yang sama dengan penuh keyakinan:

“Ya Allah, jadikanlah pesawat itu kendaraan kami, dan antarkanlah kami menuju Baitullah-Mu…”

Sebuah potret penanaman tauhid dan ikhtiar batin yang luar biasa, mengajarkan bahwa mimpi besar harus dipupuk sejak dini melalui lisan yang senantiasa basah dengan doa.

Perjalanan ini adalah manifestasi dari ayat suci Al-Qur’an yang senantiasa menggerakkan hati para pencari ilmu dan hamba yang rindu akan rumah-Nya:

وَاَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجِّ عَمِيْقٍ

“Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta kurus yang datang dari setiap penjuru yang jauh.” (QS. Al-Hajj: 27)

Ayat ini seolah hidup dalam setiap langkah rombongan. Bahwa panggilan Allah itu nyata bagi siapa saja yang hatinya telah terpaut pada Baitullah.

Semoga Allah SWT merahmati perjalanan Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., al-Hafizh beserta keluarga, memberikan kelancaran, kesehatan, serta kemabruran dalam beribadah, serta kelak membawa pulang berkah yang menular bagi seluruh santri PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali dan PPM Baitul Qur’an. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Kontributor: Achamd Husen

#PptqalHusnaBukitRajaWali
#PpmBaitulQuran
#AfkaruqAqdaruk
#3M: MesirMadinahMekkah
#Rihlah
#pejuangalquran
#PonPesTerbersihSeLampung

Exit mobile version