
Menyeruput Kopi di Rooftop New Pyramid Front Hotel: Merajut Makna Sun Tree Nusantara Jelang Keberangkatan ke Madinah
GIZA — Pagi yang syahdu menyapa tanah Mesir ketika sang pengasuh Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Al-Husna Bukit Raja Wali, Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., al-Hafizh, menikmati waktu santai di ruang terbuka lantai enam New Pyramid Front Hotel berlatar keagungan Piramida Giza.
Ditemani secangkir kopi hangat dan sarapan pagi di bawah langit terbuka, momen santai yang penuh kehangatan ini menjadi salah satu penutup rangkaian rihlah ilmiah di Mesir, sekaligus menandai hari terakhir keberadaan beliau di negeri para anbiya ini sebelum melangkahkan kaki melanjutkan perjalanan suci berikutnya menuju Kota Madinah.
Di sela-sela perenungan pagi yang tenang, beliau meresapi keluasan ilmu Allah SWT yang terbentang di alam semesta. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Luqman ayat 27:
وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Artinya: “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepada tujuh laut lagi (sepertinya), niscaya tidak akan habis-habisnya kalimat Allah dituliskan.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Ayat tersebut semakin menguatkan esensi perjalanan intelektual dan spiritual yang senantiasa dijaga oleh para ulama, bahwa luasnya ilmu dan hikmah di muka bumi tidak pernah ada habisnya untuk terus dieksplorasi dan disebarkan demi kemaslahatan umat.
Sambil duduk menikmati panorama agung peradaban kuno dunia dari ketinggian, beliau mengenakan kaos bertuliskan Sun Tree Nusantara lengkap dengan simbol matahari dan pohon.
Filosofi mendalam dari lambang tersebut memancarkan keteladanan luhur tentang tipe keikhlasan sejati: bagaikan matahari yang menampakkan cinta tanpa syarat, ia tidak pernah meminta kembali cahaya yang telah diberikan, dan tidak pernah pilih kasih kepada siapa pun yang diteranginya. Semuanya disirami kehangatan tanpa pamrih.
Nilai luhur ini berpadu serasi dengan sifat pohon yang akarnya kokoh menghunjam bumi dan daunnya memberikan keteduhan bagi siapa saja yang bernaung di bawahnya. Hal ini selaras pula dengan tuntunan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang masyhur mengenai keutamaan memberikan manfaat bagi orang lain:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Artinya: “Sebaik-baik manusia di antara kamu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” (HR. Ahmad, Thabrani, dan Daruqutni).
Suasana rooftop hotel yang menghadap langsung ke arah hamparan sejarah ribuan tahun silam itu seolah menyatu dengan semangat dakwah dan literasi yang terus dibawa beliau.
Sebagai penutup agenda di bumi Mesir pada hari terakhir ini, sebelum meninggalkan hotel menuju bandara untuk bertolak ke Madinah, beliau menyempatkan diri melakukan ziarah penutup ke makam seorang wali besar penyusun kitab Al-Hikam, Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari. Setiap jengkal perjalanan ini senantiasa diisi dengan perenungan spiritual, merajut ukhuwah, serta menebar inspirasi agar para santri dan generasi muda senantiasa hidup tulus, ikhlas, dan bermanfaat luas bagai matahari dan pohon di bumi Nusantara.
Kontributor: Achmad Husen
#Kairo
#Mesir
#Piramida #SunTreeNusantara #NewPyramidFrontHotel
#KiaiAbdulHamid #BukitRajawali #BaitulQuran #SyekhIbnuAthaillah #Madinah