Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Husna
Berita  

Menapaki Jejak Penakluk Mesir: Ziarah Spiritual ke Makam Amr bin Ash dan Uqbah bin Amir

Menapaki Jejak Penakluk Mesir: Ziarah Spiritual ke Makam Amr bin Ash dan Uqbah bin Amir

KAIRO — Rangkaian rihlah spiritual dan keilmuan yang ditapaki oleh pengasuh Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Al-Husna Bukit Raja Wali sekaligus PPM Baitul Qur’an Lampung, kiai hamid terus mengalir membawa derap kecintaan yang mendalam kepada para sahabat Nabi dan pejuang Islam.

Menyusuri lembaran sejarah di bumi Mesir, langkah kaki sang kiai bersama rombongan berayun penuh takzim melanjutkan ziarah menuju pesarehan agung seorang panglima besar penakluk Mesir, sahabat mulia Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu, serta sahabat sekaligus perawi hadis terkemuka, Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu.

Berdiri di hadapan pusara Amr bin Ash—sang sahabat Nabi yang memimpin pembebasan bumi Mesir dari cengkeraman kekaisaran Romawi—suasana batin seakan ditarik kembali ke masa lampau tatkala Islam pertama kali membentangkan sayap rahmatnya di tanah Afrika.

Di kompleks pemakaman yang sarat sejarah ini, terdapat sebuah hal yang menarik perhatian dan mengundang perenungan mendalam: mengapa makam Amr bin Ash terlihat begitu sederhana dan kecil jika dibandingkan dengan jasa besar beliau sebagai seorang panglima penakluk dan gubernur pertama Mesir?
Para sejarawan dan ahli makam menjelaskan bahwa kesederhanaan dan ukuran makam beliau yang tampak bersahaja merupakan cerminan dari sifat zuhud, ketawaduan, dan pesan wasiat beliau semasa hidup.

Beliau tidak menginginkan kemegahan duniawi di tempat peristirahatannya, melainkan sebuah pusara yang fana dan rendah, jauh dari sikap berlebih-lebihan. Hal ini sekaligus menjadi pelajaran moral yang sangat berharga bagi siapa saja yang datang berziarah; bahwa kebesaran seseorang di sisi Allah bukanlah dinilai dari megahnya bangunan makam, melainkan dari seberapa besar pengabdian dan ketulusan amalnya dalam membela agama Allah SWT.

Di balik ketokohan beliau sebagai negarawan dan panglima perang yang jenius, Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu juga meriwayatkan beberapa hadist dari Rasulullah SAW serta mewariskan berbagai mutiara kalam hikmah. Di antara hadist Nabi SAW yang diriwayatkan oleh beliau mengenai keutamaan orang-orang beriman yang tulus adalah sabda Rasulullah SAW:

عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “إِنَّ خِيَارَ عِبَادِ اللَّهِ الَّذِينَ يَحَافُونَ اللَّهَ عَلَى عِبَادِهِ، وَيَطْلُبُونَ مَرَاضِيَهُ فِي أَرْضِهِ”

Artinya: “Dari Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya sebaik-baik hamba Allah adalah mereka yang takut kepada Allah demi hamba-hamba-Nya (penuh kasih sayang), dan mereka yang mencari keridaan-Nya di bumi-Nya.'”

Tidak jauh dari pesarehan Amr bin Ash, langkah rombongan turut bertawajjuh ke makam sahabat Nabi yang lain, yaitu Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu. Beliau dikenal sebagai sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW, seorang penjaga unta beliau dalam perjalanan, qari yang merdu suaranya, serta ulama sahabat yang meriwayatkan banyak hadist hukum.
Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu juga meninggalkan warisan hadist yang sangat populer mengenai keselamatan diri dan penjagaan lisan.

Salah satu nya beliau riwayatkan dari Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا النَّجَاةُ؟ قَالَ: “أَمْسِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ، وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ، وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ”

Artinya: “Dari Uqbah bin Amir ia berkata: Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah keselamatan itu?’ Beliau bersabda: ‘Jagalah lisanmu, hendaknya rumahmu membuatmu merasa luas (betah di rumah), dan tangisilah dosa-dosamu.'” (HR. Tirmidzi).

Hadist dari kedua sahabat mulia ini menjadi pedoman hidup yang sangat relevan bagi para penuntut ilmu, bahwa pengendalian diri, qana’ah, serta instrospeksi diri adalah kunci ketenangan jiwa seorang mukmin.

Ziarah penuh hikmah ke makam para sahabat utama ini ditutup dengan doa bersama, memohon agar semangat jihad, ketulusan, serta pengamalan hikmah para sahabat kepada Baginda Nabi SAW dapat menitis ke dalam sanubari para santri dan umat di bumi Nusantara. Semoga ziarah ini semakin memperkokoh akar sejarah keislaman dan meluaskan cakrawala dakwah pesantren. Amin, ya rabbal ‘alamin.

Kontributor: Achmad Husen

#RihlahSpiritual
#KiaiAbdulHamid
#BukitRajawali
#BaitulQuran #ZiarahKairo #AmrBinAsh #UqbahBinAmir #SahabatNabi #SejarahIslam #PesantrenLampung
#PesantrenterbersihSeLampung #Mahabbah

Exit mobile version