
Santri PPM Baitul Qur’an Pringsewu Emban Ilmu Lintas Negara: Merajut Hikmah di Ujung Cakrawala
PRINGSEWU, BQ –
Menimba ilmu agama di pesantren sembari melanjutkan studi magister (S2) tentu menjadi tantangan tersendiri. Hal ini dibuktikan oleh enam santri Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Baitul Qur’an Pringsewu, Lampung, yang tidak hanya mendalami khazanah keislaman, tetapi juga tercatat sebagai mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Keenam santri tersebut merupakan bagian dari mahasiswa pascasarjana yang berkesempatan mengikuti program International Student Mobility (ISM). Kegiatan mobilitas akademik internasional ini berlangsung selama enam hari, yakni pada tanggal 6 hingga 11 Juni 2026, melawat ke tiga negara: Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Berikut adalah nama-nama keenam santri yang mengukir langkah penuh inspirasi tersebut:
Ahmad Tofik
Watibatul Mawarda
Eva Novita
Siti Masruroh
Diana Mu’jizah
Munfarida
Selama perjalanan intelektual lintas negara ini, rombongan beristirahat di beberapa tempat persinggahan yang nyaman. Di Malaysia, mereka menginap di Leo Hotel dan Leo Palace. Perjalanan kemudian berlanjut ke Singapura, di mana rombongan hanya singgah sejenak tanpa bermalam, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan dan beristirahat di Hatyai Hotel, Thailand.
Bulan JUNI: Titik Temu Perjuangan dan Niat Suci
Keberangkatan yang jatuh pada bulan Juni seolah menyimpan isyarat makna mendalam bagi para santri. Juni bukan sekadar penanggalan semata, melainkan cerminan dari semangat juang yang membara.
Dua suku kata awal, JU, merepresentasikan Juang (perjuangan) yang tinggi dalam menuntut ilmu, melompati batas zona nyaman demi memperluas cakrawala. Sementara itu, dua suku kata akhir, NI, adalah Niat suci yang tertanam kuat di lubuk hati—bahwa perjalanan kembara ini adalah ibadah murni demi mencari rida Allah SWT serta menebar manfaat bagi umat manusia.
Pandangan Pembina: Memaknai Dunia dengan Kacamata Akademik
Pembina PPM Baitul Qur’an, Assoc. Prof. Dr. Hi. Fauzi, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan mendalam atas terselenggaranya program ini. Menurutnya, kesempatan ini menjadi momentum emas bagi para santri untuk melihat luasnya dunia, tidak hanya sebatas di tanah Lampung atau ranah nasional, melainkan menjamah cakrawala di tiga negara tersebut.
“Mencari ilmu itu sangat luas. Perjalanan ini sarat akan makna, dan cara menilai sebuah perjalanan tentu bergantung pada siapa yang menjalaninya. Sangat berbeda kedewasaan dan sudut pandang antara anak SD, SMP, atau SMA dengan seorang mahasiswa dalam melihat, menyerap, dan menilai suatu realitas,” tutur Dr. Fauzi.
Pesan Pengasuh: Menjemput Berkah Perjalanan hingga ke Baitullah
Senada dengan hal tersebut, Pengasuh PPM Baitul Qur’an, Assoc. Prof. Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I al-Hafizh, mengajak para santri untuk senantiasa mensyukuri nikmat perjalanan. Beliau mengingatkan bahwa tidak semua santri memiliki takdir dan kesempatan yang sama untuk menapaki langkah hingga ke luar negeri.
Kiai Abdul Hamid menautkan pengalaman berharga ini dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Mulk ayat 15, yang menegaskan pentingnya berjalan di penjuru bumi untuk mencari karunia-Nya:
“Dialah yang menjadikan bumi ini mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjuru-Nya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”
Di penghujung pesannya, beliau juga berpesan kepada para santri yang untuk pertama kalinya merasakan terbang menembus awan menggunakan pesawat.
“Luruskan niat kalian. Semoga penerbangan pertama kalian dengan pesawat ini menjadi doa dan wasilah, kelak burung besi Allah SWT yang akan mengantarkan kalian ke Tanah Suci Makkah untuk menyempurnakan rukun Islam, yakni berhaji,” pungkas Kiai Abdul Hamid mendoakan.
( kontributor: M. Sholihin)