Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Husna
Berita  

Sambung Sanad dan Khidmat, Santri PPTQ Al-Husna dan PPM Baitul Qur’an Gelar Khataman Al-Qur’an Jelang Haul Masyayikh

Sambung Sanad dan Khidmat, Santri PPTQ Al-Husna dan PPM Baitul Qur’an Gelar Khataman Al-Qur’an Jelang Haul Masyayikh

PRINGSEWU –Bukit Raja Wali, Dalam rangka menyongsong puncak acara Pengajian Akbar dan Haul Masyayikh yang akan dilaksanakan pada Ahad, 21 Juni 2026 mendatang, pengasuh PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali serta PPM Baitul Qur’an, Assoc. Prof. Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., al-Hafizh, mengajak seluruh santrinya untuk melangitkan doa melalui khataman Al-Qur’an sebanyak empat kali. Kegiatan khidmat ini diselenggarakan pada Kamis malam Jumat, 18 Juni 2026.

Sebagai santri dari Almaghfurlah KH. Ahmad Rois Abdillah, al-Hafizh, KH. Abdul Hamid senantiasa menjaga api warisan keilmuan gurunya dengan penuh keteguhan. Dalam momen khidmat tersebut, beliau mengenang kembali nasehat agung sang guru yang tertanam dalam relung jiwa para santri: “Jadilah kalian ragi di tengah masyarakat. Tak perlu terlihat wujudnya, namun hadirkanlah aroma kebaikan dan perubahan yang membuat kehidupan mengembang penuh berkah.”

Nasehat puitis tersebut kini menjadi kompas perjuangan santri PPTQ Al-Husna dan PPM Baitul Qur’an. Menjadi “ragi” adalah tentang kerendahan hati yang mendalam, melebur dalam kemanusiaan, namun mampu memberikan dampak yang melangitkan kualitas hidup umat di sekitarnya.

KH. Abdul Hamid juga kembali menegaskan pentingnya menjaga ittishal (sambung sanad) kepada guru sebagai ruh dalam menuntut ilmu. Beliau mengaitkan filosofi sanad dengan huruf Qaf (ق) dalam pembukaan Surat Qaf. “Huruf Qaf dengan dua titiknya adalah simbol tak terpisahkan antara Al-Qur’an dan sanad. Tanpa sanad, seorang penuntut ilmu hanyalah musafir yang tersesat di dalam labirin kehidupan yang rumit tanpa pelita,” tuturnya.

Beliau menambahkan bahwa Qaf adalah juga Qalb (hati). Menjaga sanad adalah cara utama dalam menjaga hati agar tetap terikat dengan para guru yang menjadi penyambung pesan langit. Melalui khataman empat kali ini, para santri diharapkan dapat memperkuat ikatan spiritual dengan para pendahulu serta menyambut acara Pengajian Akbar pada 21 Juni 2026 dengan hati yang bersih dan siap menjadi “ragi” yang menebar manfaat bagi semesta.

( Kontributor: Achamd Husen)

Exit mobile version