Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Husna
Berita  

Pionir Sinergi Global: Rihlah Internasional Pengasuh PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali Buka Jalan Santri ke Panggung Dunia

Pionir Sinergi Global: Rihlah Internasional Pengasuh PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali Buka Jalan Santri ke Panggung Dunia

PRINGSEWU- Bukit Raja Wali, Langkah strategis berskala global yang dipelopori oleh pimpinan pondok pesantren terbukti efektif membuka cakrawala dunia bagi para santri. Esensi pergerakan ini tercermin nyata dari jejak rihlah internasional yang diinisiasi oleh Assoc. Prof. Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., Al-Hafizh, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Al-Husna Bukit Raja Wali sekaligus PPM Baitul Qur’an.

Pada pertengahan Februari 2026 lalu, Kiai Abdul Hamid memimpin langsung kunjungan internasional ke Universiti Selangor (UNISEL), Malaysia.

Sinergi akademik ini menjadi tonggak sejarah penting dalam memperluas jejaring pendidikan Islam berbasis Al-Qur’an di tingkat regional.

Perjalanan mulia sang pengasuh ke negeri jiran tersebut bertindak sebagai pembuka gerbang (pionir) yang mengawali rentetan capaian internasional para santrinya di kemudian hari.

Terbukti, ikhtiar tersebut segera membuahkan hasil nyata. Melanjutkan estafet perjalanan sang kiai, salah satu santri terbaik PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali, Ashilatun Najiyah, berhasil lolos dan mewakili institusi dalam ajang bergengsi International Conference Santri Mendunia lintas tiga negara (Malaysia, Singapura, dan Thailand) pada 13–16 Mei 2026.

Nama Ashilatun Najiyah (yang juga menempuh studi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung) tampil menonjol di nomor urut tiga dalam ikatan kerja sama global ini.

Kehadirannya mengukuhkan eksistensi PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali di tengah-tengah 13 delegasi hebat jalur Self Funded dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu:

  1. Abdul Muridan-STISIP- Syamsul’Ulum
  2. Anis Nur Fatima-Pondok Pesantren Putri Darussalam Lirboyo Kediri dan Universitas Islam Tribakti Lirboyo
  3. Ashilatun Najiyah-PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali- UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  4. Aulia Wahyu Romadhona-Pondok Pesantren Al-Mashduqiah
  5. Ayman Mudzakir-STIKes Holistik
  6. Dani Abdul Matin-Ponpes Majlisul Quro Wal Hufadz
  7. Dewi Muyassaroh Munaya Ruwaicha-Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta dan Jam’iyyah Mudarosah Al-Qur’an
  8. Elya Rif’ah Zakiyatus Shofia-Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darussalam
  9. Euis Ratna Hikmatussofa-Majelis Ta’limusibyan Al-mu’in
  10. Fatimah Az Zahra-Pondok Pesantren Daarul Hidayah
  11. Gea Izza Fatin Nafisa -Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  12. Hilmy Fawwaz Arifin-Ma’had Al-Jamiah UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  13. Indah Juniasari-Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Estafet Berlanjut: Kunjungan 6 Santri Baitul Qur’an Juni Mendatang. Inspirasi yang ditanamkan sang pengasuh tidak berhenti sampai di situ.

Gelombang rihlah ilmiah ke luar negeri dipastikan terus berlanjut. Pada tanggal 5 Juni 2026 mendatang, sebanyak enam santri dari Baitul Qur’an dijadwalkan bertolak ke tiga negara (Malaysia, Singapura, dan Thailand) dalam program International Student Mobility (ISM) Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Adapun keenam santri yang siap membawa nama baik pesantren tersebut adalah Ahmad Tofik, Watibatul Mawarda, Eva Novita, Siti Masruroh, Diana Mu’jizah, dan Munfarida.

Pentingnya Rihlah Ilmiah dalam Al-Qur’an, bahwa
Dalam pandangan Islam, tradisi bergerak melintasi belahan bumi demi menuntut ilmu dan memperluas riset dakwah (rihlah ilmiah) bernilai sangat mulia. Langkah nyata yang diawali oleh figur pengasuh hingga diteruskan oleh para santri ini sejalan dengan seruan Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Hajj ayat 46:

أَفَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِي ٱلْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَآ أَوْ ءَاذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ

Artinya: “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar?”

Melalui keterbukaan jaringan internasional global ini, para santri diharapkan mampu menyerap dinamika ilmu pengetahuan global, menajamkan mata hati intelektual (bashirah), serta membumikan nilai-nilai luhur Al-Qur’an dan kepesantrenan di panggung dunia.

(Kontributor: M.Sholihin)

Mulai Chat
1
Butuh bantuan? Hubungi kami
PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali
Assalamualaikum wr.wb.
Selamat datang di PPTQ Al-Husna
Ada yang bisa kami bantu?
Jangan lupa Simpan nomor ini supaya anda makin mudah mendapat informasi dari kami.
Exit mobile version