Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Husna
Berita  

Membangun “Rumah” Spiritual di Tanjung Kumala: Pentingnya Menghadiri Walimatul Khitan Ananda Ahmad Ibnu Fatih

Membangun “Rumah” Spiritual di Tanjung Kumala: Pentingnya Menghadiri Walimatul Khitan Ananda Ahmad Ibnu Fatih

Pringsewu— Bukit Raja Wali, Memenuhi undangan walimatul khitan (syukuran khitanan) bukan sekadar rutinitas sosial atau ajang makan bersama. Di balik itu, ada esensi spiritual yang mendalam, yaitu memberikan doa restu bagi fase baru kehidupan seorang anak menuju kedewasaan (baligh), sekaligus menguatkan tali silaturahmi antar-sesama muslim.

Hal inilah yang terpancar kuat dalam acara walimatul khitan ananda Ahmad Ibnu Fatih, putra dari Kyai Shodiqin, yang digelar khidmat di Desa Tanjung Kumala, Kabupaten Tanggamus, pada hari ini, Minggu, 31 Mei 2026.

Acara ini terasa begitu istimewa karena dihadiri langsung oleh ulama kharismatik, Assoc. Prof. Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I al-Hafizh. Setelah sebelumnya mengisi jadwal pengajian yang padat di kawasan Ambarawa, Pringsewu, Kyai Abdul Hamid langsung bertolak menuju Tanjung Kumala demi menepati janji silaturahmi.

Urgensi Khitan: Menjaga Fitrah dan Kesucian Shalat
Dalam pandangan Islam, khitan memiliki kedudukan yang sangat penting dan mendasar. Khitan bukan sekadar tradisi budaya, melainkan bagian dari merawat fitrah (kesucian asal) yang disyariatkan sejak zaman Nabi Ibrahim AS.

Selain untuk menjaga kesehatan medis, khitan adalah syarat mutlak bagi seorang anak laki-laki agar ibadah shalatnya sah, karena khitan menghilangkan tempat bersembunyi atau mengendapnya najis (air kencing).

Pentingnya menjaga fitrah ini ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis sahih:
الْفِطْرَةُ خَمْسٌ – أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ – الْخِتَانُ، وَالاِسْتِحْدَادُ، وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الإِبْطِ، وَقَصُّ الشَّارِبِ

“Fitrah itu ada lima—atau lima hal yang termasuk fitrah—yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan memotong kumis.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Filosofi Jawa: Dari Pringsewu Lanjut “Mbangun Rumah”

Dalam petuah dan nasehat Jawa lama, perjalanan Kyai Abdul Hamid dari Ambarawa menuju kediaman Kyai Shodiqin di Tanjung Kumala ini diibaratkan sebagai proses “mbangun rumah” (membangun rumah).
Tentu saja, “mbangun rumah” di sini bukan berarti menyusun batu bata atau mengaduk semen secara fisik. Dalam kearifan lokal Jawa, istilah ini merupakan kiasan dari merajut jembatan silaturahmi dan menanam nasehat kebaikan. Menghadiri undangan walimatul khitan adalah upaya membangun fondasi “rumah” spiritual, di mana para tamu yang hadir ikut andil mendoakan agar ananda Ahmad Ibnu Fatih tumbuh menjadi anak yang saleh, kokoh iman, dan berguna bagi agama serta masyarakat.

Tuan rumah acara, Kyai Shodiqin, bukanlah sosok asing bagi masyarakat pemelajar agama. Beliau merupakan pimpinan jama’ah “Ngaji Sepuh” di Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an (PPTQ) Al-Husna Bukit Raja Wali Podomoro.

Kehadiran para jamaah dan tokoh ulama di acara ini menjadi bukti nyata bagaimana penghormatan terhadap ahli ilmu dan penyeru dakwah di usia senja.

Isyarah Angka “+31” dan Kejelian Khidmah Kyai Abdul Hamid dalam “Membaca” Tanda
Di sinilah letak keistimewaan perhelatan hari ini.

Kehadiran Assoc. Prof. Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I al-Hafizh tidak hanya membawa keberkahan lewat untaian doa, tetapi juga membuka cakrawala berpikir para jamaah. Sebagai seorang akademisi sekaligus ulama al-Hafizh yang mendalami struktur Al-Qur’an, beliau dikenal memiliki keahlian yang sangat jeli dan mendalam dalam memetik isyarah (isyarat tersembunyi) dari fenomena apa pun di sekitarnya—termasuk isyarah angka dan konstanta numerik—untuk kemudian dikonversi menjadi nasehat kehidupan yang segar dan kontekstual.

Dalam obrolan nya yang ringan dan penuh hikmah, beliau mengajak jamaah mencermati sebuah analogi menarik yang jenaka namun sarat perenungan, memanfaatkan kode telepon internasional negara Belanda, yaitu +31. Sebuah angka unik yang secara kebetulan persis sama dengan tanggal perhelatan walimah hari ini, 31 Mei.

Melalui pendekatan ilmu gathuk (seni mencocokkan rasa dan makna ala pesantren dan masyarakat Jawa), Kyai Abdul Hamid membedah kata “Belanda” menjadi dua suku kata penuh makna: “Bel” dan “Anda”.

Dari isyarah sederhana ini, beliau mengurai dua dimensi nasehat sekaligus:

  1. “Bel Anda” bagi Para Tamu Undangan

Di tengah kesibukan duniawi yang kerap menyita waktu, undangan walimatul khitan dari keluarga Kyai Shodiqin ini layaknya sebuah “Bel” (lonceng pengingat) bagi “Anda” semua. Lonceng ini berbunyi untuk mengetuk ego kita agar sejenak melonggarkan urusan dunia, melangkah keluar rumah, dan hadir secara fisik demi menyambung silaturahmi. Menghadiri undangan adalah hak muslim atas muslim lainnya, dan saat “Bel” itu berbunyi, di situlah komitmen persaudaraan kita diuji.

  1. “Bel Anda” bagi Ananda Fatih

Bagi ananda yang dikhitan, peristiwa di tanggal 31 ini adalah “Bel Anda”—lonceng pertanda dari Allah SWT bahwa masa kanak-kanak telah usai dan gerbang taklif (tanggung jawab syariat) telah berbunyi.

Khitan adalah “Bel” yang memperingatkan “Anda” (ananda Fatih) bahwa mulai hari ini, setiap detak langkah, ucapan, dan pilihan hidupnya sudah mulai dicatat sebagai pahala atau dosa pribadi di hadapan-Nya.

Ini adalah bel penanda fajar kedewasaan sebagai lelaki muslim yang sejati.

Kemampuan memetik hikmah dari kode angka +31 Belanda ini menjadi bukti nyata bagaimana seorang ulama seperti Kyai Abdul Hamid mampu menjadikan segala hal di alam semesta ini sebagai ayat-ayat kauniyah yang menuntun umat pada kesadaran spiritual yang lebih tinggi.

Melalui momentum walimatul khitan ini, semoga ananda Ahmad Ibnu Fatih bin Kyai Shodiqin senantiasa diberkahi Allah SWT. Semoga bimbingan serta nasehat “mbangun rumah” yang ditanamkan hari ini mampu menjadi pilar kokoh yang menjaga langkahnya setelah “Bel” kedewasaannya berbunyi.

( kontributor: Achmad Husen)

Mulai Chat
1
Butuh bantuan? Hubungi kami
PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali
Assalamualaikum wr.wb.
Selamat datang di PPTQ Al-Husna
Ada yang bisa kami bantu?
Jangan lupa Simpan nomor ini supaya anda makin mudah mendapat informasi dari kami.
Exit mobile version