Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Husna
Berita  

Cahaya Huruf Wawu: Filosofi Mahkota Abadi dalam Wisuda Qur’an PPTQ Al-Husna BR

Cahaya Huruf Wawu: Filosofi Mahkota Abadi dalam Wisuda Qur’an PPTQ Al-Husna BR

Pringsewu-Bukit Raja Wali,Gemuruh shalawat dan derai haru menyapa Ahad pagi itu, 17 Mei 2026. Di bawah naungan langit keabadian Haul Masyayikh, Khotmil Kutub, dan Wisuda Hifzhil Qur’an 30 Juz, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Husna Bukit Raja Wali bersama PPM Baitul Qur’an mengukir sebuah prasasti spiritual yang teramat agung.
Perhelatan ini bukanlah sekadar akhirus sanah atau perpisahan santri yang jamak terdengar di bilik-bilik pesantren. Para Masyayikh meneguhkannya dengan satu istilah yang sarat makna: Wisuda Qur’an Santri.

Pengasuh PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali, Assoc. Prof. Dr. KH Abdul Hamid, M.Pd.I Al-Hafizh, menuturkan sebuah permenungan mendalam di hadapan para jamaah dan wali santri. Menurut beliau, wisuda ini bukanlah titik henti penanda selesainya hafalan. Sebab hakikatnya, seorang penjaga kalam Ilahi tidak pernah purna masa baktinya.
“Wisuda bukanlah akhir dari menghafal Al-Qur’an, tetapi awal dari amanah untuk menjaga, mengamalkan, dan mewariskannya kepada umat,” tutur Kiai Abdul Hamid dengan penuh takzim.
Beliau mengibaratkan, jika para sarjana diwisuda untuk meraih ijazah dan gelar duniawi, maka para santri hari ini diwisuda untuk sebuah derajat mulia: Ahlullah (Keluarga Allah) di muka bumi. Mereka tengah menenun mahkota cahaya nan benderang, yang kelak akan dipasangkan di kepala kedua orang tua mereka di haribaan akhirat.

Cahaya Wawu (و) dan Titik Awal Pengabdian

Sebuah permenungan mendalam tersirat dari pemilihan kata WISUDA. Ia bermula dari huruf ‘W’, yang dalam abjad Hijaiyah merepresentasikan huruf Wawu (و). Huruf yang menjadi tema agung perhelatan ini menyimpan rahasia samudra makrifat.
Dalam lembaran kitab Shawahid wa Masyahid min ‘Aja’ib at-Tasbih ar-Ruqmy al-Qur’any, diisyaratkan betapa agungnya mukjizat Al-Qur’an. Bahkan satu huruf saja sudah lebih dari cukup untuk membuktikan keajaiban dan keagungan Allah, tanpa perlu bersusah payah membedah seluruh isinya.

Huruf Wawu (و) tersebut hadir sebagai isyarat; ia adalah huruf ke-27 yang bersemayam di surat ke-27, yakni surat An-Naml. Huruf yang menyambungkan jarak, tersirat indah dalam untaian ayat surat Nabi Sulaiman:
انه من سليمان وانه بسم الله الرحمن الرحيم

(“Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi)nya: ‘Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang'”).

Di pundak para wisudawan kini tersampir legalitas cinta dan tanggung jawab semesta. Huruf Wawu (و) menjadi saksi bahwa mereka bukan lagi santri dalam batas bilik pesantren, melainkan duta-duta Al-Qur’an yang langkahnya diiringi ridha Masyayikh. Kenangan 17 Mei 2026 akan terus abadi, menjadi titi mangsa bahwa kalam Ilahi tidak sekadar dihafal di lisan, melainkan dihidupkan dalam setiap tarikan napas pengabdian sepanjang hayat.

(Kontributor: Achamd Husen)

Mulai Chat
1
Butuh bantuan? Hubungi kami
PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali
Assalamualaikum wr.wb.
Selamat datang di PPTQ Al-Husna
Ada yang bisa kami bantu?
Jangan lupa Simpan nomor ini supaya anda makin mudah mendapat informasi dari kami.
Exit mobile version