
PRINGSEWU, Bukit Raja Wali– Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pringsewu memantapkan persiapan menyambut Peringatan Hari Santri 2026. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Al-Husna Bukit Raja Wali, Podomoro, Pringsewu, Sabtu (10/10/2026), keluarga besar Nahdliyin berikhtiar menyatukan langkah dan memperkuat khidmah keumatan.
Rakor tersebut dihadiri langsung oleh Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Pringsewu KH Shodiqin, Ketua Tanfidziyah MWCNU Ustaz Kabul Muliarto, serta jajaran pengurus MWC, pengasuh pesantren se-Kecamatan Pringsewu, jajaran Banom (Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa), Ghusniyah JATMAN, hingga Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Pringsewu.
Selaku tuan rumah, Pengasuh PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali, Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., al-Hafizh, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh MWCNU Kecamatan Pringsewu kepada pesantren yang dipimpinnya.
“Kami mengucapkan terima kasih dan rasa hormat yang setinggi-tingginya atas kepercayaan jajaran MWCNU Pringsewu yang telah menempatkan PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali sebagai pusat koordinasi, sekaligus tuan rumah Bakti Sosial Kesehatan Santri dan Upacara Hari Santri Nasional 2026. Bagi kami, ini adalah kehormatan sekaligus ladang khidmah untuk menyambung keberkahan para ulama dan melayani para penuntut ilmu,” ujar Dr. KH. Abdul Hamid.
Dalam pengarahannya, Rais Syuriyah MWCNU Pringsewu KH Shodiqin menegaskan pentingnya menjaga spirit kebersamaan dan kegotongroyongan antar-elemen jam’iyah. Menurutnya, semangat kebersamaan dalam berkhidmah ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Mā’idah ayat 2:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”
KH Shodiqin mengingatkan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum meneladani keikhlasan para muassis (pendiri) NU serta meneguhkan komitmen pengabdian santri untuk agama dan bangsa.
“Kebersamaan ini adalah wujud nyata dari pesan Al-Qur’an untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan. Seperti sabda Rasulullah ﷺ bahwa seorang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan sebuah bangunan yang saling menguatkan (الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا – HR. Bukhari dan Muslim). Setiap elemen di NU memiliki peran masing-masing untuk saling menopang. Dari ruang-ruang musyawarah inilah niat diluruskan dan ikhtiar dirajut,” dawuh KH Shodiqin.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Pringsewu Ustaz Kabul Muliarto menyampaikan bahwa Rakor ini berhasil mematangkan sejumlah agenda strategis dalam menyemarakkan Peringatan Hari Santri 2026 di wilayah Kecamatan Pringsewu.
Rangkaian Agenda Hari Santri 2026 MWCNU Pringsewu
Berdasarkan hasil musyawarah, terdapat tiga agenda utama yang akan dilaksanakan oleh MWCNU Pringsewu bersama seluruh badan otonom dan lembaga:
Pertama, Bakti Sosial Kesehatan Santri (Rabu, 14 Oktober 2026)
Kegiatan pelayanan dan pemeriksaan kesehatan gratis ini dipusatkan di PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kesejahteraan dan kualitas hidup para santri penuntut ilmu.
Kedua, Ziarah Makam Pejuang Kiai Gholib (Rabu Malam, 21 Oktober 2026 / Malam 22 Oktober)
Seluruh pengurus, badan otonom, dan warga Nahdliyin akan menggelar pembacaan doa dan ziarah makam ulama pejuang KH Gholib. Agenda ini bertujuan untuk menyerap keberkahan spiritual sekaligus meneladani jejak perjuangan para pendahulu.
Ketiga, Upacara Bendera Hari Santri 2026 (Kamis, 22 Oktober 2026)
Sebagai puncak peringatan, upacara bendera akan digelar secara khidmat di Halaman Putra PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali. Kegiatan ini menyatukan seluruh jajaran keluarga besar MWCNU Pringsewu, Banom, lembaga, serta santri dari berbagai pesantren di Pringsewu.
Musyawarah yang berlangsung penuh kekeluargaan ini ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan jam’iyah dan keselamatan bangsa.
Melalui konsolidasi ini, MWCNU Kecamatan Pringsewu berharap Peringatan Hari Santri 2026 mampu mempererat ukhuwah islamiyah, meneguhkan khidmah organisasi, serta menegaskan peran santri sebagai pilar penjaga nilai moral dan peradaban masa depan Indonesia.
Kontributor: Achamd Husen
#HariSantri2026 #HariSantriNasional #MWCNUPringsewu #NUPringsewu #PPTQAlHusna #AlHusnaBukitRajaWali
#Podomoro #Pringsewu #NahdlatulUlama #SantriBerdaya #SantriUntukNegeri #KhidmahNU #MuslimatNU #GPAnsor #FatayatNU #IPNU #IPPNU #MerawatTradisi #MenjagaPeradaban #Pesantren #CintaUlama #DariPesantrenUntukNegeri #IndonesiaBermartabat #BhaktiSosialSantri #UpacaraHSN2026