Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Husna
Berita  

Gapai Kekhusyukan Ibadah Haji, Santri PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali Gelar Latihan Wukuf Arafah

Gapai Kekhusyukan Ibadah Haji, Santri PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali Gelar Latihan Wukuf Arafah

BUKIT RAJA WALI, Selasa (26/5/2026) –

Dalam rangka membekali para santri dengan pemahaman ibadah yang komprehensif, Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an (PPTQ) Al-Husna Bukit Raja Wali menggelar kegiatan Latihan (Manasik) Wukuf Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026.

Kegiatan khidmat ini dilaksanakan di Masjid Najmun Nasri dan diikuti oleh seluruh santri, jajaran asatidz-asatidzah, serta dipimpin langsung oleh Pengasuh PPTQ Al-Husna, Assoc. Prof. Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., al-Hafizh.Wukuf di Arafah merupakan rukun haji paling utama yang secara harfiah berarti “berhenti”.

Secara maknawi, wukuf adalah momentum berhentinya seluruh aktivitas duniawi untuk merenung, berdzikir, dan berserah diri secara total kepada Allah SWT di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.Dalam arahannya, Assoc. Prof. Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., al-Hafizh menyampaikan bahwa latihan ini bukan sekadar simulasi fisik, melainkan bentuk tarbiyah ruhaniyah.”Latihan wukuf ini sangat penting untuk menanamkan kerinduan terhadap Baitullah sejak dini. Manfaatnya luar biasa; melatih kedisiplinan ibadah, memperdalam pemahaman fiqih haji, serta menyatukan hati seluruh keluarga besar pondok dalam harmoni dzikir,” ungkap beliau.

Terdapat pada kitab irsyadul Ibad hal 52 fasl fi Ahkamil Hajj

وَقَوْلُ آخَرِينَ: يُنْدَبُ التَّعْرِيفُ بِيَوْمِ عَرَفَةَ بِالِاجْتِمَاعِ بَعْدَ الظُّهْرِ فِي أَيِّ بَلَدٍ كَانَ لِلذِّكْرِ وَالدُّعَاءِ تَشَبُّهًا بِأَهْلِ عَرَفَةَ. وَنَقَلَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ فِعْلَهُ عَنِ الْحَسَنِ وَجَمَاعَةٍ.

Artinya:

“Dan (menuruti) pendapat ulama-ulama yang lain: ‘Dianjurkan melakukan At-Ta’rif (meniru wukuf) pada hari Arafah, yaitu dengan cara berkumpul setelah waktu Zhuhur di negeri atau daerah mana pun keberadaannya, guna melaksanakan zikir dan berdoa demi menyerupai (tasyabbuh) dengan jemaah haji yang berada di Arafah.’ Dan Imam Ahmad menukil bahwa perbuatan tersebut pernah diamalkan oleh Al-Hasan (Al-Bashri) beserta sekelompok ulama.”

Selama prosesi latihan di Masjid Najmun Nasri, suasana mendadak haru dan khusyuk saat seluruh peserta menggemakan bacaan utama wukuf, yaitu talbiyah:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

Artinya: “Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.”

Selain talbiyah, para santri juga dipandu untuk memperbanyak istighfar, membaca tahlil, tadarrus al-Qur’an dan berdoa secara personal, meniru momentum mustajabnya waktu wukuf yang sebenarnya.

Melalui kegiatan ini, PPTQ Al-Husna berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga siap mengamalkan syariat Islam dengan bekal ilmu yang mutqin (kuat).

Mulai Chat
1
Butuh bantuan? Hubungi kami
PPTQ Al-Husna Bukit Raja Wali
Assalamualaikum wr.wb.
Selamat datang di PPTQ Al-Husna
Ada yang bisa kami bantu?
Jangan lupa Simpan nomor ini supaya anda makin mudah mendapat informasi dari kami.
Exit mobile version